Menu

Mode Gelap
Polsek Kundur Ringkus Pelaku Pencurian di Tanjungbatu Jemaah Haji Siak di Arafah, Puncak Ibadah Haji Dimulai Optimalisasi Layanan Tenaga Medis, Bintan Buka Beasiswa Dokter Spesialis HLUN ke-30, Bupati Bintan dan LKKS Salurkan 300 Paket Sembako untuk Lansia Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Tebingtinggi Sambangi Brigade Pertanian Desa Teluk Buntal 500 Bibit Tanaman dan Donasi untuk Rumah Singgah Kanker jadi Penutup BRKS Walk and Run 2026

Advertorial

Wagub Kepri Minta PT ASL Shipyard Bertanggung Jawab Penuh atas Tragedi Kebakaran Kapal Federal II

badge-check


					Wagub Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura tinjau kebakaran kapal Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang. Perbesar

Wagub Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura tinjau kebakaran kapal Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang.

RiauKepri.com, BATAM– Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meninjau langsung lokasi kebakaran kapal Federal II di kawasan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Kamis (16/10/2025). Musibah yang terjadi dini hari sebelumnya itu menelan korban jiwa sebanyak 10 orang pekerja, sementara 21 lainnya mengalami luka-luka.

Dalam kunjungannya, Wagub Nyanyang menyampaikan duka mendalam atas insiden tragis tersebut. Ia menyebutkan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, terutama dalam hal penerapan standar keselamatan kerja di kawasan industri galangan kapal.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan secara pribadi, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Ini adalah duka kita semua,” ujar Nyanyang di lokasi kejadian.

Wagub menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengawal proses tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh korban. Ia meminta agar PT ASL Shipyard memastikan seluruh hak-hak tenaga kerja yang menjadi korban dipenuhi secara layak dan tepat waktu.

“Kami akan memastikan perusahaan menanggung seluruh biaya perawatan korban luka dan memberikan santunan yang sesuai bagi keluarga korban meninggal dunia,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov Kepri juga akan segera memanggil sejumlah instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan keselamatan kerja di kawasan industri. Dinas Tenaga Kerja Kepri akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan guna meninjau ulang sistem manajemen keselamatan di lingkungan kerja.

Menurut Nyanyang, insiden seperti ini seharusnya dapat dihindari apabila sistem keamanan dan pengawasan di lapangan berjalan dengan baik. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Kita ingin ada langkah konkret pasca-tragedi ini. Jangan sampai musibah ini berlalu tanpa perbaikan berarti,” ujarnya menegaskan.

Sementara itu, General Manager PT ASL Shipyard, Audrie K, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi pada Rabu (15/10) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, pekerja yang sedang bertugas merupakan tim shift malam.

“Kebakaran terjadi menjelang waktu istirahat pagi. Kami memiliki dua sistem kerja, pagi dan malam, dan korban seluruhnya adalah pekerja shift malam,” kata Audrie.

Ia menambahkan, sebanyak 31 pekerja menjadi korban dalam peristiwa tersebut, dengan 10 orang dinyatakan meninggal dunia dan 21 lainnya mengalami luka ringan hingga luka berat.

Pihak perusahaan, kata Audrie, akan bertanggung jawab penuh atas seluruh korban. Ia memastikan bahwa manajemen sedang menyiapkan langkah cepat untuk pemulihan korban dan bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Perusahaan akan menjamin seluruh hak pekerja, termasuk santunan bagi keluarga korban. Kami juga menerima masukan dari berbagai pihak agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Wagub Nyanyang dalam kesempatan itu juga meninjau area kapal yang terbakar, disertai jajaran kepala dinas terkait. Turut hadir Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kepri Hasfarizal Handra, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kepri Diky Wijaya, Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi, serta Kepala Dinas Kominfo Kepri Hendri Kurniadi.

Pemerintah Provinsi Kepri berencana membentuk tim khusus untuk menginvestigasi penyebab pasti kebakaran tersebut. Hasil investigasi nantinya akan dijadikan dasar untuk memperkuat kebijakan keselamatan kerja di sektor galangan kapal.

“Kami ingin industri galangan kapal di Kepri menjadi contoh penerapan standar keselamatan kerja yang baik. Tidak ada pekerjaan yang sebanding dengan hilangnya nyawa,” tutup Nyanyang. (Adv)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD ke-128 di Desa Bayat, Infrastruktur Desa Jadi Fokus Utama

22 Mei 2026 - 06:24 WIB

‎Bupati Anambas Ucapkan Terima Kasih kepada Bank Riau Kepri atas Kontribusi untuk Masyarakat

21 Mei 2026 - 21:00 WIB

Meriah, Bupati Aneng Buka Turnamen Alim Sidi Cup Bertepatan HUT Desa Mubur ke-51

21 Mei 2026 - 20:43 WIB

Aneng Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Instansi untuk Daerah Perbatasan

20 Mei 2026 - 17:08 WIB

Harkitnas 2026 di Anambas, Pemkab Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Literasi Digital

20 Mei 2026 - 16:12 WIB

Trending di Advertorial