RiauKepri.com, BATAM – Polda Kepulauan Riau (Kepri) terus berupaya memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam setiap lini kerja. Melalui Itwasda Polda Kepri, institusi ini melaksanakan Taklimat Awal Audit Kinerja Tahap II Tahun 2025 Aspek Pelaksanaan dan Pengendalian, Selasa (21/10/2025), di Rupatama Polda Kepri.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memastikan pelaksanaan program dan penggunaan anggaran berjalan sesuai prinsip efektif, efisien, dan transparan. Audit kinerja bukan hanya soal pemeriksaan, tetapi juga bagian penting dari proses pembinaan dan peningkatan tata kelola kepolisian.
Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si. memimpin langsung kegiatan tersebut, yang turut dihadiri Irwasda Polda Kepri Kombes Pol. Tato Pamungkas Suyono, S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama (PJU) Polda Kepri, Wakapolresta Barelang, serta seluruh jajaran Polres/Ta secara virtual.
Dalam sambutannya, Irwasda Polda Kepri menjelaskan bahwa kegiatan audit kinerja ini dilaksanakan mulai 21 Oktober hingga 19 November 2025, dan akan ditutup dengan Taklimat Akhir pada 27 November 2025. Audit ini mencakup penilaian terhadap pelaksanaan, pengendalian kegiatan, serta pertanggungjawaban keuangan di seluruh jajaran Polda Kepri.
“Audit kinerja merupakan bagian penting dari fungsi pengawasan internal. Tujuannya memastikan seluruh kegiatan operasional dan penggunaan anggaran dilaksanakan secara efektif, efisien, dan transparan,” ujar Kombes Pol. Tato Pamungkas Suyono dalam arahannya.
Lebih lanjut, Irwasda menekankan pentingnya kolaborasi antara tim auditor dan satuan kerja (Satker) yang diaudit. Ia mengingatkan agar setiap Kasatker dan Kasatwil bersikap terbuka, kooperatif, dan menyiapkan data secara lengkap untuk memperlancar proses pemeriksaan.
Menurutnya, audit bukanlah proses mencari kesalahan, tetapi merupakan sarana pembinaan dan penyempurnaan sistem kerja di lingkungan kepolisian. Dengan demikian, hasil audit diharapkan mampu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola organisasi di masa mendatang.
“Kami ingin menjadikan audit ini sebagai cermin untuk introspeksi dan pembenahan. Hasil audit tidak semata dijadikan alat kontrol, tetapi juga motivasi dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan publik,” tegas Irwasda.
Kombes Pol. Tato juga menekankan bahwa akuntabilitas dan transparansi kinerja merupakan fondasi kepercayaan publik terhadap Polri. Ia menyebut, kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun lewat pelayanan, tetapi juga lewat sistem pengawasan yang kuat dan terbuka.
Melalui kegiatan audit ini, diharapkan seluruh satuan kerja di jajaran Polda Kepri dapat menunjukkan komitmen dalam mengelola sumber daya dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, hasil audit juga akan menjadi dasar untuk penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran di tahun berikutnya.
Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo menambahkan, dukungan pimpinan menjadi penting agar setiap program pengawasan internal bisa berjalan optimal. “Audit ini bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari upaya serius Polri untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan taklimat audit kinerja ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kerja profesional dan berintegritas di lingkungan Polda Kepri. Seluruh peserta menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung pelaksanaan audit secara objektif dan berorientasi pada perbaikan sistem.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol keseriusan seluruh jajaran dalam menjalankan pengawasan internal yang profesional, transparan, dan akuntabel — sejalan dengan visi Polri menuju organisasi yang modern, bersih, dan dipercaya publik. (RK6/*)







