RiauKepri.com, MERANTI — Setelah delapan hari pencarian, korban yang dilaporkan melompat dari kapal Dumai Line akhirnya ditemukan.
Kerangka jenazah yang ditemukan di perairan Pulau Rangsang dipastikan merupakan Nasri (32), warga Kabupaten Kepulauan Meranti. Kepastian identitas korban diperoleh setelah pihak keluarga menerima laporan dari proses identifikasi langsung di RSUD Kepulauan Meranti.
Ayah korban, A Gani, mengenali jenazah dari pakaian terakhir yang dikenakan, termasuk ikat pinggang yang masih melekat pada tubuh korban saat ditemukan. Usai proses identifikasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebing Tinggi Timur.
Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga setelah kepastian tersebut diterima. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, M Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, menyampaikan bahwa proses penanganan berjalan lancar.
“Setelah proses identifikasi selesai di RSUD, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga dan telah dibawa pulang ke rumah duka,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Sebelumnya, korban dilaporkan melompat dari kapal MV Dumai Line 1 pada Jumat (10/4/2026).
Peristiwa terjadi saat kapal berlayar dari Pelabuhan Buton menuju Tanjung Samak. Korban disebut berjalan ke bagian belakang kapal sebelum akhirnya terjun ke laut tanpa sempat dicegah.
Sebelumnya, Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengungkapkan bahwa Tim SAR gabungan memperluas area pencarian secara signifikan. Jika sebelumnya penyisiran dilakukan dalam radius terbatas, kini jangkauan diperlebar hingga 10 nautical mile (NM) dari titik awal kejadian, mengikuti kemungkinan pergerakan arus laut.
“Area pencarian hari ini sudah kita perluas lagi, sekarang jangkauannya sampai 10 mil laut dari titik awal. Ini kita lakukan karena dari hari-hari sebelumnya belum ada tanda-tanda, jadi kemungkinan korban sudah terbawa arus lebih jauh,” ujar Prima Harrie Saputra saat dihubungi Wartawan RiauKepri.com.
Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama sepekan dengan memperluas area hingga belasan mil laut, menyesuaikan dengan arus perairan. Penemuan jenazah oleh nelayan di Pulau Rangsang menjadi akhir dari upaya pencarian tersebut. (RK12).







