RiauKepri.com, MERANTI – Upaya pencarian terhadap korban yang dilaporkan melompat dari kapal Dumai Line terus berlanjut hingga hari ketujuh, Kamis (16/4/2026). Namun hingga hari terakhir operasi aktif, keberadaan korban masih belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengungkapkan bahwa Tim SAR gabungan memperluas area pencarian secara signifikan. Jika sebelumnya penyisiran dilakukan dalam radius terbatas, kini jangkauan diperlebar hingga 10 nautical mile (NM) dari titik awal kejadian, mengikuti kemungkinan pergerakan arus laut.
“Area pencarian hari ini sudah kita perluas lagi, sekarang jangkauannya sampai 10 mil laut dari titik awal. Ini kita lakukan karena dari hari-hari sebelumnya belum ada tanda-tanda, jadi kemungkinan korban sudah terbawa arus lebih jauh,” ujar Prima Harrie Saputra saat dihubungi Wartawan Riau-Kepri.com, Kamis (16/4/2026).
Prima menyebutkan bahwa di tengah upaya maksimal tersebut, kondisi cuaca menjadi faktor penting yang turut mempengaruhi jalannya operasi. Beruntung, hingga hari ketujuh, cuaca terpantau cukup mendukung.
“Untuk kondisi cuaca hari ini masih aman bang, angin juga tidak terlalu kencang, gelombang masih bisa dilalui. Jadi tim di lapangan bisa lebih leluasa melakukan penyisiran dibanding hari-hari sebelumnya,” tambahnya.
Menirkt Prima, meski pencarian telah dilakukan secara intensif selama sepekan penuh, hasil yang diharapkan belum juga didapat. Memasuki sore hari, operasi aktif akhirnya dihentikan sesuai prosedur.
“Untuk hari ini, jam 6 sore kegiatan pencarian kita tutup dulu. Selanjutnya kita masuk tahap pemantauan, artinya tetap kita awasi perkembangan di lapangan, siapa tahu ada informasi atau tanda-tanda baru,” jelasnya.
Peristiwa ini sendiri terjadi pada Jumat siang (10/4/2026), saat korban bernama Nasri (32), warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, dilaporkan melompat dari kapal MV Dumai Line 1 di perairan sekitar Repan, Kepulauan Meranti. Saat itu kapal tengah berlayar dari Pelabuhan Buton menuju Tanjung Samak.
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban sempat berjalan ke bagian belakang kapal tanpa menimbulkan kecurigaan. Dalam hitungan detik, ia kemudian melompat ke laut dan tidak sempat dicegah oleh penumpang lain. Korban juga diketahui tengah mengalami gangguan kesehatan usai menjalani perawatan, yang diduga menjadi salah satu faktor pemicu kejadian tersebut.
Sejak laporan diterima, tim SAR bersama unsur terkait, termasuk nelayan dan warga setempat, telah melakukan pencarian secara maksimal. Penyisiran dilakukan dari titik awal kejadian hingga terus diperluas mengikuti dinamika arus laut.
Meski operasi aktif telah dihentikan, harapan untuk menemukan korban belum sepenuhnya pupus. Tim masih melakukan pemantauan dan siap menindaklanjuti jika muncul petunjuk baru di kemudian hari. (RK12).







