Menu

Mode Gelap
Gelar Paripurna, DPRD Kota Batam Resmi Sahkan Perda PSU Perumahan untuk Perkuat Tata Kelola Kawasan Hunian Kades Batu Berapit Sambut 15 Mahasiswa KKN UGM, Harap Bawa Inspirasi dan Kemajuan bagi Desa Meranti Raih Penghargaan Pengelolaan Aset LAMR Apresiasi Pengakuan Menkeu, Dorong Segera Transfer DBH Hari Jadi Anambas ke-18, Camat Jemaja Timur Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong untuk Kemajuan Daerah Pulau Penyengat Kian Mendunia, Revitalisasi Warisan Melayu Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kepri

Pekanbaru

Seminar Kesehatan: Kenali SADARI untuk Mendeteksi Kanker Payudara

badge-check


					dr. Sinta Maulanisa. F: Ist Perbesar

dr. Sinta Maulanisa. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU– Pemeriksaan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) ditekankan sebagai metode paling sederhana dan efektif untuk mendeteksi dini kanker payudara dalam seminar kesehatan “Kenali dan Lawan Kanker Payudara Sejak Dini” di RSUD Arifin Achmad, Rabu (19/11/2025). Seminar yang digelar DWP Provinsi Riau ini menghadirkan dr. Sinta Maulanisa, spesialis bedah onkologi, sebagai narasumber.

Di hadapan peserta, dr. Sinta menegaskan bahwa deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan kanker. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak pasien datang pada stadium lanjut akibat rasa takut dan malu memeriksakan diri. “Kita ingin masyarakat bergeser dari takut menjadi peduli. Pemeriksaan sederhana seperti SADARI bisa menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Menurut dr. Sinta, SADARI dapat dilakukan siapa saja di rumah tanpa alat khusus. Langkah-langkahnya meliputi memperhatikan perubahan bentuk payudara di depan cermin, meraba seluruh area payudara dengan tiga jari, serta memeriksa apakah ada cairan yang keluar dari puting. Pemeriksaan ini dianjurkan dilakukan sebulan sekali, pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah menstruasi atau pada tanggal yang sama setiap bulan bagi perempuan menopause.

Ia menambahkan bahwa 9 dari 10 benjolan yang ditemukan umumnya bersifat jinak, namun tetap perlu diperiksa tenaga medis. “Ukuran benjolan tidak menentukan keganasan. Yang berbahaya adalah menunda pemeriksaan,” kata dr. Sinta.

Selain membahas teknik pemeriksaan, dr. Sinta juga meluruskan sejumlah mitos yang kerap beredar, seperti anggapan bahwa operasi menyebabkan kanker menyebar atau benjolan kecil tidak berbahaya. Ia menegaskan bahwa hanya pemeriksaan klinis dapat memastikan diagnosis, termasuk melalui USG bagi wanita di bawah 40 tahun dan mammografi bagi yang berusia di atas 40 tahun.

Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab mengenai gejala awal dan pola hidup sehat. Melalui kegiatan ini, pemerintah dan tenaga medis berharap masyarakat semakin memahami bahwa SADARI merupakan langkah sederhana namun penting dalam mendeteksi kanker payudara lebih awal. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR Apresiasi Pengakuan Menkeu, Dorong Segera Transfer DBH

24 Juni 2026 - 12:56 WIB

Dapat Anugrah JMSI Award, Kapolda Riau: Saya Terima dengan Senang Hati

23 Juni 2026 - 19:02 WIB

Bedah Novel Rida K Liamsi Jadi Ruang Mahasiswa Mengenal Sejarah Melayu

22 Juni 2026 - 17:33 WIB

BRK Syariah Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Fondasi Perekonomian Riau

22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Anak Siak Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Ukir Sejarah Baru bagi Negeri Istana

22 Juni 2026 - 14:52 WIB

Trending di Pekanbaru