Menu

Mode Gelap
Turnamen Mobile Legends, HMI Apresiasi Dukungan Polri untuk Generasi Muda Haris Kampai Tetapkan Hariyanto Karim jadi Sekretaris PT SPR Imigrasi Selatpanjang Gandeng PWI Meranti Untuk Sebarluaskan Informasi Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Riau Ditunjuk sebagai Kapolres Kepulauan Meranti Prakiraan Cuaca Kepri Jumat 26 Juni 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Natuna dan Anambas Waspada Cuaca Berubah Cepat Rektor UIN Suska Riau Sambut Baik Kerja Sama dengan IKADI Riau, Perkuat Pengabdian untuk Masyarakat

Pekanbaru

Murid SD Diduga Diperundung, Disdik Pekanbaru Turunkan Tim Telusuri Penyebab Kematian

badge-check


					Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Dinas Pendidikan saat melayat ke rumah duka yang diduga akibat diperundung. (Foto: ist) Perbesar

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Dinas Pendidikan saat melayat ke rumah duka yang diduga akibat diperundung. (Foto: ist)

Murid SD Diduga Diperundung, Disdik Pekanbaru Turunkan Tim Telusuri Penyebab Kematian

RiauKepri.com, PEKANBARU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menurunkan tim khusus untuk menelusuri penyebab meninggalnya seorang murid SD Negeri 108 Pekanbaru berinisial MAR (13), setelah muncul dugaan bahwa korban mengalami perundungan sebelum wafat pada Ahad (23/11/2025).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengatakan pihaknya bergerak cepat untuk mengecek kebenaran informasi yang beredar di masyarakat. Dugaan adanya tindakan bullying dan kekerasan menjadi dasar investigasi awal.

“Tadi malam saya bersama Pak Wali Kota Pekanbaru sudah melayat ke rumah duka. Ada guru-guru dan kepala sekolah datang semua,” kata Masykur, Senin (24/11/2025).

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Berdasarkan arahan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Disdik diminta melakukan penelusuran menyeluruh terkait penyebab kematian MAR.

“Katanya anak ini korban bullying, terus ada perkelahian dan pemukulan. Kita coba kroscek kebenarannya seperti apa. Kita tidak bisa menduga-duga,” tegasnya.

Masykur menyebut pihak keluarga menginformasikan bahwa MAR sebelumnya sempat dirawat dan diduga memiliki penyakit penyerta. Seorang dokter dari rumah sakit tempat korban diperiksa juga disebut memberikan diagnosis terkait kondisi kesehatan korban.

“Ini nanti kita cek juga ke rumah sakit. Sakit apakah korban ini. Semuanya kita cek. Dari puskesmas juga kita cek, karena informasinya anak ini sering berobat ke puskesmas sebelum kejadian itu. Nah, ini yang sedang kami telusuri,” ujarnya.

Selain menelusuri riwayat medis, Disdik juga akan meminta keterangan dari wali kelas, kepala sekolah, teman-teman sekelas korban, serta orangtua korban untuk mendapatkan gambaran kejadian secara lengkap.

“Semuanya kita minta keterangan untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya,” tutup Masykur.

Diketahui, MAR adalah murid kelas VI SDN 108 Tengkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru. Ia meninggal dunia setelah sebelumnya mengaku kepada ibunya bahwa kepalanya ditendang oleh teman sekelas saat kegiatan belajar kelompok.

Korban disebut mengalami gangguan pada otak, diduga lumpuh otak, hingga akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban telah menunjuk kuasa hukum untuk mengawal penanganan kasus tersebut. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR: Andreas Mazlan Minta Maaf, Persoalan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

25 Juni 2026 - 19:58 WIB

LAMR Sambut WPG Riau, Harapkan Jadi Mitra Menjaga Kerukunan Masyarakat

25 Juni 2026 - 16:16 WIB

Jemput Bola ke Pasar, AO BRK Syariah Gencarkan Edukasi Gadai Emas untuk Pedagang Pasar

25 Juni 2026 - 12:55 WIB

Kemudahan dan Prinsip Syariah Jadi Alasan Masyarakat Memilih Gadai Emas BRK Syariah

25 Juni 2026 - 10:21 WIB

Opening Ceremony Champions for Peace 2026 Resmi Digelar di Pekanbaru, Si Paling Informasi (SPI) Dukung Sebagai Media Partner

25 Juni 2026 - 10:10 WIB

Trending di Pekanbaru