RiauKepri.com, PEKANBARU – Opening Ceremony Champions for Peace 2026 resmi digelar di Ballroom Cititel Hotel Pekanbaru pada Rabu (24/6) pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian program internasional yang mempertemukan 100 pemuda terpilih dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat kapasitas dalam bidang perdamaian, kesehatan mental, resiliensi, kohesi sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Program ini merupakan inisiatif bersama antara Kofi Annan Foundation, KRIS for Peace, dan IYES Foundation sebagai mitra pelaksana di Indonesia.
Program Champions for Peace merupakan inisiatif internasional yang berfokus pada pengembangan kapasitas generasi muda dalam bidang resiliensi, kesehatan mental, Psychological First Aid (PFA), kohesi sosial, serta harmoni dengan sesama dan lingkungan. Melalui berbagai pelatihan dan aktivitas kolaboratif, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta yang berasal dari beragam latar belakang organisasi, komunitas, serta gerakan sosial tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. Tarian khas Melayu tersebut menjadi simbol penghormatan dan penyambutan bagi 100 pemuda terpilih dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir mengikuti program internasional tersebut.
Project Leader Champions for Peace, Mulkiyah Muslimah, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia.
“Champions for Peace hadir untuk mempertemukan anak-anak muda terbaik dari berbagai daerah agar dapat saling belajar, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi nyata. Kami berharap setelah program ini selesai, para peserta dapat menjadi pelopor perdamaian di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
Sebagai Media Partner resmi, Komunitas Si Paling Informasi turut berkolaborasi dalam mendukung publikasi dan penyebaran informasi kegiatan kepada masyarakat luas. Founder Si Paling Informasi, M.Lutfi Muzaki, mengapresiasi penyelenggaraan program yang dinilai mampu mempertemukan pemuda-pemuda inspiratif dari seluruh Indonesia.
“Program seperti ini sangat penting karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, kepedulian sosial, dan semangat kolaborasi. Kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan ini sebagai media partner yang membantu menyebarluaskan nilai-nilai positif kepada masyarakat,” ujar Lutfi.
Program Champions for Peace 2026 juga dijadwalkan mengunjungi Desa Kesumbo Ampai untuk belajar langsung mengenai harmoni sosial dan lingkungan bersama masyarakat adat Suku Sakai Bathin Sobanga. Kegiatan lapangan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga perdamaian dan keberlanjutan di tingkat komunitas.
Melalui program ini, penyelenggara berharap lahir generasi muda yang lebih tangguh, inklusif, dan mampu menjadi penggerak perubahan positif di tengah masyarakat. Dengan semangat kolaborasi lintas daerah dan lintas budaya, Champions for Peace 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun masa depan Indonesia yang damai dan berkelanjutan. (*)







