Menu

Mode Gelap
LAMR: Andreas Mazlan Minta Maaf, Persoalan Diselesaikan Secara Kekeluargaan LAMR Sambut WPG Riau, Harapkan Jadi Mitra Menjaga Kerukunan Masyarakat Pawai Muharram Diikuti Ratusan Pelajar di Ungar Ansar Jadikan Jalan Raya Dompak Lokasi Edukasi Lingkungan, Gerakan Gotong Royong Didorong Jadi Budaya Masyarakat Gaduh Sastra Polda Kepri Bongkar Jaringan Promosi Judi Online Internasional di Batam, Lima Tersangka Ditangkap dan Aset Miliaran Disita

Riau

LAMR: Andreas Mazlan Minta Maaf, Persoalan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

badge-check


					Andreas Mazlan saat bertandang ke Balai Adat LAMR. (Foto: ist) Perbesar

Andreas Mazlan saat bertandang ke Balai Adat LAMR. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyatakan persoalan terkait Andreas Mazlan yang sebelumnya diadukan karena dinilai meresahkan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Datuk Seri Taufik menyebutkan, Andreas Mazlan datang langsung ke Balai Adat LAMR pada Kamis petang (25/6/2026), untuk memberikan penjelasan tanpa menunggu undangan atau permintaan dari pihak LAMR.

“Beliau datang atas kemauan sendiri. Sudah beberapa hari persoalan ini menjadi pikirannya,” kata Datuk Seri Taufik.

Menurut Datuk Seri Taufik, Andreas menegaskan tidak memiliki niat untuk melecehkan Islam maupun masyarakat Melayu. Namun, ia mengakui ada sejumlah pernyataan yang mungkin kurang tepat dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di masa mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Andreas juga menyampaikan permohonan maaf atas ucapan yang dinilai tidak pantas. Kehadirannya didampingi oleh Salmah, salah seorang pengurus LAMR.

Datuk Seri Taufik juga mengatakan, LAMR menerima permintaan maaf tersebut dengan semangat persaudaraan dan membuka ruang dialog bagi semua pihak.
“Pertemuan antar pihak dilakukan untuk menyesuaikan pandangan dan mencari jalan terbaik. LAMR tentu dapat menjadi penengah dalam persoalan seperti ini,” ujarnya.

Datuk Seri Taufik
menegaskan, LAMR akan memperhatikan kepentingan semua pihak, baik pengadu maupun pihak yang diadukan, karena keduanya merupakan bagian dari masyarakat yang harus dijaga hubungan persaudaraannya.

“Jalan yang diambil tentu adalah jalan persaudaraan dan saling merangkul. Saling memukul atau memperkeruh suasana tidak diperkenankan,” ucap Datuk Seri Taufik.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Komunitas Seni Budaya Rumah Sunting melaporkan Andreas Mazland ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menyusul beredarnya konten wawancara di media sosial Instagram yang dinilai meresahkan masyarakat Riau.

Ketua Komunitas Seni Budaya Rumah Sunting, Kunni Masrohanti, saat itu mengatakan, video wawancara yang diunggah akun Instagram Janang.id pada 15 November 2025 itu memuat pernyataan yang dianggap mencemeeh dan menghina.

“Kami menilai konten tersebut telah menghina Islam, merendahkan sastrawan dan budayawan Riau, mengolok-olok pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia, mencemarkan nama baik Riau sebagai Tanah Melayu, serta menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat,” kata Kunni. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR Sambut WPG Riau, Harapkan Jadi Mitra Menjaga Kerukunan Masyarakat

25 Juni 2026 - 16:16 WIB

Gaduh Sastra

25 Juni 2026 - 15:13 WIB

Empat Pelajar Ring 1 PT BSP Wakili Siak di Program Kepemimpinan Nasional GFLN 2026

25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Empat Pelajar Ikuti GFLN, Bukti Nyata Komitmen PT BSP Dukung PPM

25 Juni 2026 - 13:37 WIB

Jemput Bola ke Pasar, AO BRK Syariah Gencarkan Edukasi Gadai Emas untuk Pedagang Pasar

25 Juni 2026 - 12:55 WIB

Trending di Pekanbaru