Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Riau

LAMR: Andreas Mazlan Minta Maaf, Persoalan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

badge-check

Andreas Mazlan saat bertandang ke Balai Adat LAMR. (Foto: ist) Perbesar

Andreas Mazlan saat bertandang ke Balai Adat LAMR. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyatakan persoalan terkait Andreas Mazlan yang sebelumnya diadukan karena dinilai meresahkan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Datuk Seri Taufik menyebutkan, Andreas Mazlan datang langsung ke Balai Adat LAMR pada Kamis petang (25/6/2026), untuk memberikan penjelasan tanpa menunggu undangan atau permintaan dari pihak LAMR.

“Beliau datang atas kemauan sendiri. Sudah beberapa hari persoalan ini menjadi pikirannya,” kata Datuk Seri Taufik.

Menurut Datuk Seri Taufik, Andreas menegaskan tidak memiliki niat untuk melecehkan Islam maupun masyarakat Melayu. Namun, ia mengakui ada sejumlah pernyataan yang mungkin kurang tepat dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di masa mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Andreas juga menyampaikan permohonan maaf atas ucapan yang dinilai tidak pantas. Kehadirannya didampingi oleh Salmah, salah seorang pengurus LAMR.

Datuk Seri Taufik juga mengatakan, LAMR menerima permintaan maaf tersebut dengan semangat persaudaraan dan membuka ruang dialog bagi semua pihak.
“Pertemuan antar pihak dilakukan untuk menyesuaikan pandangan dan mencari jalan terbaik. LAMR tentu dapat menjadi penengah dalam persoalan seperti ini,” ujarnya.

Datuk Seri Taufik
menegaskan, LAMR akan memperhatikan kepentingan semua pihak, baik pengadu maupun pihak yang diadukan, karena keduanya merupakan bagian dari masyarakat yang harus dijaga hubungan persaudaraannya.

“Jalan yang diambil tentu adalah jalan persaudaraan dan saling merangkul. Saling memukul atau memperkeruh suasana tidak diperkenankan,” ucap Datuk Seri Taufik.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Komunitas Seni Budaya Rumah Sunting melaporkan Andreas Mazland ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menyusul beredarnya konten wawancara di media sosial Instagram yang dinilai meresahkan masyarakat Riau.

Ketua Komunitas Seni Budaya Rumah Sunting, Kunni Masrohanti, saat itu mengatakan, video wawancara yang diunggah akun Instagram Janang.id pada 15 November 2025 itu memuat pernyataan yang dianggap mencemeeh dan menghina.

“Kami menilai konten tersebut telah menghina Islam, merendahkan sastrawan dan budayawan Riau, mengolok-olok pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia, mencemarkan nama baik Riau sebagai Tanah Melayu, serta menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat,” kata Kunni. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LAMR Dorong Budaya Melayu Diakui UNESCO, Pemprov Riau Titip Revitalisasi Candi Muara Takus ke Fadli Zon

18 Okt 2026 - 11:27 WIB

LAMR Dorong Budaya Melayu Diakui UNESCO, Pemprov Riau Titip Revitalisasi Candi Muara Takus ke Fadli Zon

Lepas Arak-arakan HKN, Fadli Zon Hentak Cokmar LAMR Tiga Kali

18 Okt 2026 - 11:22 WIB

Lepas Arak-arakan HKN, Fadli Zon Hentak Cokmar LAMR Tiga Kali

Menteri Kebudayaan Buka Arak-arakan HKN di Riau, 2.000 Peserta dari 42 Paguyuban Tampilkan Keberagaman Budaya

18 Okt 2026 - 09:23 WIB

Menteri Kebudayaan Buka Arak-arakan HKN di Riau, 2.000 Peserta dari 42 Paguyuban Tampilkan Keberagaman Budaya

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Hadiri Arak-arakan HKN di Riau Pagi Ini

18 Okt 2026 - 05:56 WIB

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Hadiri Arak-arakan HKN di Riau Pagi Ini

LAMR Rancang Peradilan Adat Melayu Berjenjang, Delik Adat Harus Diverifikasi

17 Okt 2026 - 18:28 WIB

LAMR Rancang Peradilan Adat Melayu Berjenjang, Delik Adat Harus Diverifikasi
Trending di Pekanbaru