RiauKepri.com, BENGKALIS — Pagi itu, sebuah Toyota Yaris putih melaju di kawasan Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan. Dari luar, mobil itu tampak seperti kendaraan biasa. Namun di dalamnya, tersimpan muatan yang nilainya diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Informasi dari warga menjadi awal dari operasi yang kemudian berubah menjadi adegan yang nyaris seperti dalam film aksi. Tim gabungan Polsek Bantan dan Satresnarkoba Polres Bengkalis bergerak cepat, memburu kendaraan yang diduga membawa narkotika jaringan internasional.
Pencegatan berubah menjadi kejar-kejaran. Ketegangan memuncak hingga akhirnya mobil target berhasil dihentikan di Jalan Soekarno Hatta, Desa Selat Baru. Dua pria berinisial M dan HI yang diduga sebagai kurir tak lagi memiliki ruang untuk melarikan diri.
Saat pintu mobil dibuka dan penggeledahan dilakukan, satu per satu paket besar mulai dikeluarkan. Total 29 bungkus besar sabu ditemukan di dalam kendaraan dengan berat kotor 30,66 kilogram atau 28,96 kilogram berat bersih.
Namun kejutan belum berhenti.
Polisi juga menemukan 122.629 butir ekstasi dengan berbagai cap logo, mulai dari Minion, Heniken, Tiktok, Transformers, Rolls Royce (RR), Helo Kitty, LV, Mario, Smile hingga Gorila. Selain itu, turut disita 394 cartridge Etomidate dengan total 985 mililiter netto.
“Tak hanya itu, petugas juga menyita tangkapan raksasa berupa 122.629 butir ekstasi bernilai miliaran rupiah serta 394 cartridge Etomidate,” kata Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Jumat (14/8/2026).
Operasi belum selesai. Dari keterangan kedua tersangka, tim langsung melakukan pengembangan. Hanya berselang beberapa jam, sekitar pukul 10.30 WIB, petugas bergerak menuju Pelabuhan Roro Air Putih Bengkalis.
Di tengah antrean sepeda motor yang hendak menyeberang, dua orang lain berinisial UA dan TP diamankan. Mereka diduga merupakan bagian dari jaringan penerima atau penerus barang haram tersebut.
Pengungkapan ini menjadi rangkaian operasi yang berlangsung cepat: berawal dari laporan masyarakat, berlanjut pada pengejaran di jalan, penemuan barang bukti dalam jumlah besar, hingga penangkapan susulan di pelabuhan.
Kini keempat tersangka telah diamankan di Mapolres Bengkalis untuk menjalani proses penyidikan intensif. Polisi meyakini pengungkapan ini belum menjadi akhir.
“Kami memastikan akan terus memburu sosok otak pelaku utama dan memutus rantai jaringan pengedar narkoba yang mencoba menjadikan Bengkalis sebagai pintu masuk barang haram tersebut,” tegas Fahrian.
Di balik kejar-kejaran yang berlangsung hanya beberapa jam, tersingkap satu hal: Bengkalis kembali menjadi titik penting dalam jalur penyelundupan narkotika lintas negara, dan perburuan terhadap jaringan yang lebih besar masih terus berlangsung. (RK1/mcr)







