Menu

Mode Gelap
Polda Kepri Bongkar Jaringan Promosi Judi Online Internasional di Batam, Lima Tersangka Ditangkap dan Aset Miliaran Disita Empat Pelajar Ring 1 PT BSP Wakili Siak di Program Kepemimpinan Nasional GFLN 2026 Empat Pelajar Ikuti GFLN, Bukti Nyata Komitmen PT BSP Dukung PPM Sekda Bintan Ikuti Rakor Pematangan Analisis Tata Ruang Terkait Lahan TNI AL dan Masyarakat Tanjung Uban Jemput Bola ke Pasar, AO BRK Syariah Gencarkan Edukasi Gadai Emas untuk Pedagang Pasar Bupati Roby Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Batam

Amsakar Tekankan Pentingnya Aspirasi Tepat Sasaran di Tengah Keterbatasan Anggaran Batam

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyapa warga untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan wilayah. (Foto: Ist) Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyapa warga untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan wilayah. (Foto: Ist)

RiauKepri.com, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa ketepatan penyampaian aspirasi masyarakat menjadi kunci dalam menentukan prioritas pembangunan daerah, terutama di tengah keterbatasan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota Batam.

Pesan itu disampaikan Amsakar saat menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Kota Batam, Novela F. Sinaga, pada masa persidangan I tahun 2025 di Pendopo Cluster Cendrawasih Merak, Perumahan KDA, Senin (24/11/2025) malam.

Menurut Amsakar, kegiatan reses tidak hanya menjadi agenda formal legislatif, tetapi berfungsi sebagai instrumen strategis untuk memotret kebutuhan riil warga. Ia menekankan bahwa akurasi aspirasi masyarakat berperan penting dalam penyusunan skala prioritas pembangunan.

“Reses ini bukan sekadar serap aspirasi, tapi menentukan arah pembangunan. Semakin tepat warga menyampaikan kebutuhan, semakin tepat pula pemerintah menyusun program,” ujarnya.

Amsakar juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak bisa hanya didasari perhitungan teknokratis. Pemerintah, kata dia, harus menimbang masukan warga yang sehari-hari merasakan langsung permasalahan di wilayah masing-masing.

“Pembangunan yang baik lahir dari suara masyarakat. Karena itu, silakan manfaatkan momentum ini untuk menyampaikan kebutuhan wilayah secara jelas dan terukur,” katanya.

Ia menjelaskan, total kebutuhan pembangunan yang diusulkan masyarakat dan perangkat daerah mencapai sekitar Rp9 triliun. Namun, kemampuan APBD Batam baru berada pada kisaran Rp4,2 triliun sehingga masih terdapat sekitar Rp5 triliun usulan yang belum dapat terakomodasi.

“Di sinilah pentingnya penentuan prioritas. Negara harus memilih mana yang paling mendesak dan memberikan dampak luas,” jelasnya.

Amsakar menambahkan, penyusunan pembangunan Batam dilakukan melalui rangkaian proses berjenjang mulai dari reses DPRD, Musrenbang kelurahan, kecamatan, hingga kota, serta rencana kerja perangkat daerah yang diselaraskan dengan RPJMD.

Dengan kolaborasi dan aspirasi yang tepat sasaran, ia berharap arah pembangunan Batam dapat semakin fokus dan efektif menjawab kebutuhan masyarakat. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Kepri Bongkar Jaringan Promosi Judi Online Internasional di Batam, Lima Tersangka Ditangkap dan Aset Miliaran Disita

25 Juni 2026 - 13:52 WIB

Gelar Paripurna, DPRD Kota Batam Resmi Sahkan Perda PSU Perumahan untuk Perkuat Tata Kelola Kawasan Hunian

24 Juni 2026 - 13:15 WIB

Komisi II DPRD Kota Batam Datangi Kemenkeu, Soroti Anjloknya DBH PPh 21 dan Persoalan NITKU di Coretax

18 Juni 2026 - 17:28 WIB

Resmikan Layanan Rahn Gadai Emas di Kota Batam, BRK Syariah Perluas Akses Pembiayaan Syariah bagi Masyarakat

18 Juni 2026 - 14:10 WIB

Gadai Emas BRK Syariah Kian Diminati Masyarakat, Jaringan Layanan Terus Bertambah

16 Juni 2026 - 12:34 WIB

Trending di Batam