Menu

Mode Gelap
Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga Polsek Rangsang Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran di Tanjung Kedabu  Pelarian Berakhir, DPO Kasus Sabu Diciduk di Lintas Duri–Dumai Kecamatan Bathin Solapan Tempat Rawan Narkoba Disasar Polisi, Pengedar Sabu-Ganja Berhasil Diringkus Ketua PMI Bintan Buka Seminar Kesehatan dan Donor Darah di STAIN SAR Kepri Dari Keterbatasan ke Kesempatan: Kisah Mahasiswa STIE Cakrawala Terbantu Beasiswa BRK Syariah

Internasional

AS-Israel v Iran, Pemerintah Pantau Ketat 58.873 Jemaah Umrah

badge-check


					Ka'bah Perbesar

Ka'bah

RiauKepri.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia memperketat monitoring terhadap keselamatan puluhan ribu jemaah umrah asal RI yang masih berada di Arab Saudi di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berdampak pada layanan penerbangan regional.

Menurut data terbaru dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia tercatat masih berada di berbagai kota suci di Arab Saudi saat ini. Mereka dalam kondisi terpantau dan mendapat pengawasan intensif melalui koordinasi dengan perwakilan RI di Riyadh dan Jeddah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengimbau seluruh jamaah dan keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) serta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Pemerintah menegaskan tidak ada laporan insiden langsung terhadap jamaah yang berada di Tanah Suci. Dampak dari konflik berskala besar di kawasan Timur Tengah ini terlihat pada layanan penerbangan.

Sejumlah maskapai telah menyesuaikan rute penerbangan atau menunda jadwal sebagai langkah antisipatif atas perubahan kondisi keamanan di wilayah udara regional. Perubahan ini memengaruhi jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah umrah, baik di Arab Saudi maupun mereka yang masih menunggu keberangkatan di Indonesia.

Meski mengalami penyesuaian jadwal dan rute penerbangan, otoritas penerbangan dan penyelenggara umrah menyatakan bahwa ritual ibadah di Makkah dan Madinah tetap berjalan normal dan aman bagi semua jamaah yang telah tiba.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan konsumsi layanan dasar dan kebutuhan jamaah terpenuhi selama masa situasi yang dinamis ini. Hingga kini, otoritas Arab Saudi belum mengeluarkan larangan masuk atau keluar negara terhadap warganya maupun jamaah internasional. Penyesuaian layanan lebih bersifat teknis dan preventif demi keselamatan penerbangan. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

15 April 2026 - 13:05 WIB

WFH Berlaku Tiap Jumat, Imigrasi Pastikan Layanan Publik Tetap Jalan Tanpa Gangguan

10 April 2026 - 13:23 WIB

Bupati Siak Dorong Lahan untuk Rakyat, Bukan Perpanjangan Izin Perusahaan

10 April 2026 - 09:58 WIB

Program Pemali Boarding School Hanya Terima 36 Siswa

10 April 2026 - 06:31 WIB

Sedikitnya 20 Siswa Pemali Boarding School Lolos SNBP ke Perguruan Tinggi Negeri

10 April 2026 - 06:29 WIB

Trending di Nasional