Menu

Mode Gelap
Prakiraan BMKG Jumat: Tanjungpinang hingga Natuna Didominasi Berawan dan Hujan Ringan Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas Pemkab Siak Bayar THR ASN 100%, TPP Disesuaikan Kemampuan APBD PT TIMAH Gandeng Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Sosialiasi Pengisian SPT Tahunan Melalui Coretax Polda Kepri Gelar Bazar Berkah Ramadhan dan Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi di HUT ke-21 Air Kaleng: Gelembung Nostalgia dan Simbol Marwah

Internasional

AS-Israel v Iran, Pemerintah Pantau Ketat 58.873 Jemaah Umrah

badge-check


					Ka'bah Perbesar

Ka'bah

RiauKepri.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia memperketat monitoring terhadap keselamatan puluhan ribu jemaah umrah asal RI yang masih berada di Arab Saudi di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berdampak pada layanan penerbangan regional.

Menurut data terbaru dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia tercatat masih berada di berbagai kota suci di Arab Saudi saat ini. Mereka dalam kondisi terpantau dan mendapat pengawasan intensif melalui koordinasi dengan perwakilan RI di Riyadh dan Jeddah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengimbau seluruh jamaah dan keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) serta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Pemerintah menegaskan tidak ada laporan insiden langsung terhadap jamaah yang berada di Tanah Suci. Dampak dari konflik berskala besar di kawasan Timur Tengah ini terlihat pada layanan penerbangan.

Sejumlah maskapai telah menyesuaikan rute penerbangan atau menunda jadwal sebagai langkah antisipatif atas perubahan kondisi keamanan di wilayah udara regional. Perubahan ini memengaruhi jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah umrah, baik di Arab Saudi maupun mereka yang masih menunggu keberangkatan di Indonesia.

Meski mengalami penyesuaian jadwal dan rute penerbangan, otoritas penerbangan dan penyelenggara umrah menyatakan bahwa ritual ibadah di Makkah dan Madinah tetap berjalan normal dan aman bagi semua jamaah yang telah tiba.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan konsumsi layanan dasar dan kebutuhan jamaah terpenuhi selama masa situasi yang dinamis ini. Hingga kini, otoritas Arab Saudi belum mengeluarkan larangan masuk atau keluar negara terhadap warganya maupun jamaah internasional. Penyesuaian layanan lebih bersifat teknis dan preventif demi keselamatan penerbangan. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT TIMAH Gandeng Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Sosialiasi Pengisian SPT Tahunan Melalui Coretax

12 Maret 2026 - 15:47 WIB

PT TIMAH Raih Penghargaan TOP Digital Corporate Brand Award 2026

10 Maret 2026 - 20:51 WIB

LAMR Minta Menteri Kehutanan Batalkan Rencana Relokasi Warga TNTN di Tanah Adat Cerenti

10 Maret 2026 - 19:21 WIB

MTI Dorong Sinkronisasi Kebijakan Transportasi untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

10 Maret 2026 - 13:03 WIB

Perintah Siaga 1 Panglima TNI Dinilai Tak Sejalan Konstitusi

10 Maret 2026 - 10:24 WIB

Trending di Nasional