Menu

Mode Gelap
Ketika Sarkasme Kehilangan Daya Gigitnya Cuaca Kepri Ahad, 14 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berpotensi Diguyur Hujan Ringan, Natuna dan Anambas Didominasi Berawan KONI Anambas Siapkan 15 Cabor untuk Berlaga dan Raih Prestasi di Porprov Kepri VI 2026. Bupati Aneng dan Warga Gotong Royong Bersihkan Kawasan Gunung Nyabung pada Jumat ASRI Wabup Raja Bayu Hadiri Launching Jum’at Siantan Berseri, Dorong Budaya Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih Dahlan Iskan Ungkap Bupati Siak Tagih Utang Pusat ke Presiden

Internasional

AS-Israel v Iran, Pemerintah Pantau Ketat 58.873 Jemaah Umrah

badge-check


					Ka'bah Perbesar

Ka'bah

RiauKepri.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia memperketat monitoring terhadap keselamatan puluhan ribu jemaah umrah asal RI yang masih berada di Arab Saudi di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berdampak pada layanan penerbangan regional.

Menurut data terbaru dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia tercatat masih berada di berbagai kota suci di Arab Saudi saat ini. Mereka dalam kondisi terpantau dan mendapat pengawasan intensif melalui koordinasi dengan perwakilan RI di Riyadh dan Jeddah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengimbau seluruh jamaah dan keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) serta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Pemerintah menegaskan tidak ada laporan insiden langsung terhadap jamaah yang berada di Tanah Suci. Dampak dari konflik berskala besar di kawasan Timur Tengah ini terlihat pada layanan penerbangan.

Sejumlah maskapai telah menyesuaikan rute penerbangan atau menunda jadwal sebagai langkah antisipatif atas perubahan kondisi keamanan di wilayah udara regional. Perubahan ini memengaruhi jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah umrah, baik di Arab Saudi maupun mereka yang masih menunggu keberangkatan di Indonesia.

Meski mengalami penyesuaian jadwal dan rute penerbangan, otoritas penerbangan dan penyelenggara umrah menyatakan bahwa ritual ibadah di Makkah dan Madinah tetap berjalan normal dan aman bagi semua jamaah yang telah tiba.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan konsumsi layanan dasar dan kebutuhan jamaah terpenuhi selama masa situasi yang dinamis ini. Hingga kini, otoritas Arab Saudi belum mengeluarkan larangan masuk atau keluar negara terhadap warganya maupun jamaah internasional. Penyesuaian layanan lebih bersifat teknis dan preventif demi keselamatan penerbangan. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRK Syariah Fasilitasi Penyaluran Dana PPKS untuk 16.021 Hektare Lahan Sawit di Riau

12 Juni 2026 - 09:08 WIB

Dirjen Imigrasi Ajak Jajaran Tinggalkan Praktik Lama dan Kembalikan Kepercayaan Publik

10 Juni 2026 - 14:24 WIB

Ditunda, Penerapan Batas Belanja Pegawai 30% APBD

8 Juni 2026 - 16:37 WIB

Peringatan Tsunami di Indonesia Berakhir, Korban Gempa Filipina Bertambah

8 Juni 2026 - 14:02 WIB

Usai Tes Kesehatan, 36 Siswa Resmi Jadi Penerima Program Kelas Beasiswa PT TIMAH

8 Juni 2026 - 13:51 WIB

Trending di Nasional