Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 30 April 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Potensi Hujan Ringan hingga Sedang Pelepasan Siswa Kelas 12 SMAN 1 Ungar di Hadiri Anggota DPRD Provinsi Kepri Bupati Siak Serahkan Bantuan Alsintan Rp8,7 Miliar untuk 20 Kelompok Tani Polda Kepri Perkuat Kerja Sama Keamanan Lintas Negara Bersama Konsulat Jenderal Singapura Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan dari Kemenkeu, Bukti Kinerja Keuangan Transparan dan Tepat Sasaran LAMR Apresiasi Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat

Tanjungpinang

Program SEHATI 2026 Bantu UMKM Kepri Urus Sertifikasi Halal, Pedagang Kuliner Tanjungpinang Rasakan Manfaatnya

badge-check


					Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2026. (Foto: Ist) Perbesar

Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2026. (Foto: Ist)

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2026 yang digerakkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di Kepulauan Riau. Program ini dinilai menjadi angin segar bagi para pelaku usaha yang selama ini terkendala dalam mengurus legalitas dan sertifikasi halal produk mereka.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Siti, pedagang kuliner khas Melayu di Tanjungpinang. Ia mengaku sangat terbantu dengan pendampingan yang dilakukan Tim Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dari Universitas Ary Ginanjar (UAG).

Menurut Siti, sebelumnya ia merasa bingung harus memulai dari mana untuk mengurus sertifikasi halal bagi produknya. Selain itu, ia juga khawatir prosesnya rumit dan membutuhkan biaya yang besar.

“Dulu kami bingung mau mulai dari mana, takut mahal dan ribet. Alhamdulillah, lewat program SEHATI dan bimbingan tim Pak Buana, sekarang saya punya NIB dan sertifikat halal tanpa biaya,” ujarnya.

Tidak hanya membantu proses sertifikasi, tim pendamping juga memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pengelolaan usaha yang lebih baik. Siti mengaku mendapatkan pengetahuan baru terkait pencatatan keuangan usaha secara sederhana.

“Bahkan kami diajari cara mencatat keuangan usaha, jadi sekarang lebih tertata dan mudah memantau pemasukan dan pengeluaran,” tambahnya.

Program SEHATI sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk mempercepat sertifikasi halal bagi produk UMKM di seluruh Indonesia. Melalui program ini, pelaku usaha dapat memperoleh sertifikat halal secara gratis dengan pendampingan dari tim profesional.

Pendampingan tersebut dilakukan oleh para Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Mereka bertugas membantu pelaku usaha mulai dari proses pendaftaran hingga penerbitan sertifikat halal.

Di Kepulauan Riau, program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah serta lembaga pendamping dari kalangan akademisi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan sosialisasi kepada para pelaku UMKM.

Memasuki akhir Februari 2026, tim P3H Universitas Ary Ginanjar berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha di wilayah Kepri.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BPJPH, serta profesionalisme tim pendamping, Kepulauan Riau diharapkan tidak hanya berkembang sebagai pusat kuliner halal, tetapi juga menjadi rumah bagi UMKM yang berdaya saing tinggi dan taat terhadap legalitas usaha. (RK9/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Misni Resmi Jadi Sekda, Tonggak Baru Kepemimpinan Perempuan di Kepri

28 April 2026 - 07:53 WIB

Gubernur Ansar Lantik Misni sebagai Sekda Definitif Kepri, Perempuan Pertama Pegang Tongkat Komando Birokrasi

27 April 2026 - 13:08 WIB

Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat

26 April 2026 - 16:31 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

24 April 2026 - 13:36 WIB

Eks DPRD Tanjungpinang Minta Perlindungan Usai Diancam

23 April 2026 - 17:27 WIB

Trending di Tanjungpinang