Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 1 Mei 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Potensi Hujan Ringan hingga Sedang LAMR Dorong Sinergikan Hukum Positif dengan Antropologis Apel Satgas Anti Narkoba 2026, Siak Perkuat Sinergi Berantas Narkotika Membuka Kembali Pemekaran Daerah? Budidaya Rumput Laut Pulau Kasu Berpotensi Jadi Unggulan di Kepulauan Riau Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

Siak

Petani Bungaraya Sumringah, Mesin Panen Modern Datang di Saat Tepat

badge-check


					Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, serahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). (Foto: ist) Perbesar

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, serahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK– Harapan petani di Kampung Bungaraya perlahan menemukan jawabannya. Di tengah terik yang biasa menyertai musim panen, kini mereka tak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga manual. Dua unit mesin panen modern akhirnya tiba membawa angin segar bagi para petani yang selama ini berjibaku dengan waktu dan tenaga.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (alsintan) jenis combine harvester Harfia 110 Max kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rejeki Bungaraya dan brigade Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak, Kamis (9/4/2026).

Bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini bukan sekadar alat, melainkan simbol perubahan cara bertani di daerah. Mesin panen modern tersebut diharapkan mampu memangkas waktu panen yang selama ini memakan hari, menjadi hitungan jam.

“Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi petani. Kita berharap pemanfaatannya bisa maksimal, sehingga proses panen lebih cepat, efisien, dan hasil pertanian semakin meningkat,” ujar Syamsurizal.

Bagi para petani, kehadiran combine harvester bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang tenaga yang terselamatkan. Selama ini, panen padi kerap menjadi fase paling melelahkan. Dengan alat ini, pekerjaan berat bisa diringankan, bahkan biaya operasional dapat ditekan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Siak, Kaharuddin, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil usulan daerah untuk menjawab kebutuhan petani akan modernisasi alat.

“Untuk tahap ini, kita menerima dua unit combine harvester. Satu untuk Gapoktan Bungaraya dan satu lagi untuk brigade dinas yang sifatnya mobile, sehingga bisa membantu petani di berbagai kecamatan,” jelasnya.

Dengan nilai sekitar Rp500 juta per unit dari APBN 2026, mesin ini mulai dioperasikan untuk mempercepat panen sekaligus mengurangi kehilangan hasil di lapangan.

Lebih jauh, alsintan ini juga akan mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), khususnya penanaman padi gogo di sela kebun sawit. Program ini menyasar sejumlah kecamatan seperti Dayun, Lubuk Dalam, Koto Gasib, Kerinci Kanan, dan Kandis, dengan target tanam mencapai 750 hektare pada 2026.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga tengah mendorong optimalisasi lahan seluas 600 hektare serta peningkatan indeks pertanaman padi dari 250 menjadi 300 di Bungaraya sebuah langkah untuk memastikan sawah-sawah tetap produktif sepanjang tahun.

Di balik deru mesin yang mulai terdengar di hamparan sawah, tersimpan harapan sederhana para petani: panen lebih cepat, hasil lebih banyak, dan kehidupan yang sedikit lebih ringan. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Apel Satgas Anti Narkoba 2026, Siak Perkuat Sinergi Berantas Narkotika

30 April 2026 - 14:51 WIB

Overkapasitas, Bupati Siak Perjuangkan Pemindahan Lapas Siak

30 April 2026 - 06:29 WIB

Bupati Siak Serahkan Bantuan Alsintan Rp8,7 Miliar untuk 20 Kelompok Tani

29 April 2026 - 19:56 WIB

Percepat Kebangkitan Ekonomi Daerah, Bupati Siak Ajak Anggota DPR RI Tinjau KITB

28 April 2026 - 20:52 WIB

Tahniah, Siak Juara Pertama Kejurda Futsal Gubernur Riau Cup 2026

28 April 2026 - 20:04 WIB

Trending di Olahraga