Riaukepri.com, ANAMBAS – Persoalan antara nelayan bagan dengan nelayan tangkap tradisional di Desa Kuala Maras kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat nelayan setempat.
Hal tersebut menyusul adanya dugaan sejumlah nelayan bagan yang beroperasi hingga memasuki wilayah perairan nelayan tangkap tradisional Kuala Maras dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi itu menimbulkan keresahan di kalangan nelayan tangkap tradisional, karena sebelumnya telah ada kesepakatan bersama terkait batas jarak operasi bagi nelayan bagan di wilayah tersebut.
Ketua Bidang Pengawasan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Suferi, mengimbau para nelayan bagan yang beroperasi di wilayah perairan Pulau Jemaja agar tetap mematuhi kesepakatan bersama terkait jarak pemasangan lampu bagan di laut.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga hubungan harmonis antar nelayan sekaligus mencegah terjadinya konflik di tengah aktivitas penangkapan ikan.
Menurut Suferi, seluruh nelayan diharapkan dapat saling menghormati dan menjaga kesepakatan yang sebelumnya telah diputuskan bersama dalam rapat para nelayan dan pihak terkait.
“Mengingat dalam rapat terdahulu telah diambil sebuah kata sepakat, Jadi saya mohon agar kita semua menaati apa yang telah menjadi keputusan dan kesepakatan bersama,” ujar Suferi saat di confirmasi melalui telephone seluler, Rabu (20/05/2026) malam.
Ia menegaskan, aturan tersebut dibuat demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama dalam mencari nafkah di laut, sehingga seluruh nelayan tetap dapat bekerja dengan aman dan saling menghargai.
Selain itu, Suferi yang akrab disada Feri juga mengingatkan para nelayan agar mengedepankan komunikasi yang baik apabila menemukan dugaan pelanggaran di lapangan, sehingga persoalan tidak berkembang menjadi perselisihan antar sesama nelayan.
“Jika ada nelayan bagan yang diduga melanggar kesepakatan, sebaiknya dipanggil atau didatangi dengan cara baik-baik dan diberikan teguran secara halus, sehingga permasalahan bisa diselesaikan dengan baik. Semua persoalan tentu ada jalan keluarnya,” tegasnya.
Ia berharap seluruh nelayan di wilayah Jemaja dan Jemaja Timur dapat terus menjaga kekompakan dan persaudaraan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di lingkungan nelayan. Serta dapat mematuhi aturan yang telah disepakati bersama demi menjaga hubungan baik dan kondusivitas di lingkungan nelayan.
“Kita semua bersaudara dan sama-sama mencari rezeki di laut. Jadi lebih baik setiap persoalan diselesaikan dengan cara yang baik pula,” tutup Suferi. (RK 15)







