RiauKepri.com, KEPULAUAN RIAU – Kepulauan Riau diprakirakan masih didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan pada Rabu (27/5/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir yang dapat terjadi pada siang hingga malam hari di sejumlah wilayah pesisir dan kepulauan. ([BMKG][1])
Di Tanjungpinang, cuaca diprediksi berawan pada pagi hari dan berpotensi diguyur hujan ringan menjelang siang hingga malam. Suhu udara berkisar antara 25 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi. ([kepri.antaranews.com][2])
Sementara itu, Batam diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal sejak pagi. Hujan ringan hingga sedang berpotensi turun pada siang dan sore hari disertai angin kencang sesaat di beberapa wilayah. ([RRI.co.id][3])
Untuk wilayah Bintan, BMKG memperkirakan hujan ringan terjadi pada pagi hingga siang hari. Kondisi cuaca cenderung lembap dengan potensi awan tebal pada malam hari. ([kepri.antaranews.com][2])
Di Karimun, cuaca diprediksi berawan dan berpotensi hujan ringan pada siang hari. Masyarakat pesisir diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat. ([kepri.antaranews.com][4])
Kemudian di Lingga, hujan ringan diprakirakan turun sejak siang hingga malam dengan suhu udara berkisar 24 hingga 30 derajat Celsius. Kondisi perairan masih relatif aman, namun nelayan tetap diminta memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru. ([BMKG][5])
Wilayah Natuna diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang disertai petir pada pagi dan siang hari. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi di perairan utara Natuna. ([kepri.antaranews.com][4])
Sedangkan di Kepulauan Anambas, cuaca diprediksi berawan hingga hujan ringan pada sore dan malam hari. Aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional diimbau tetap memperhatikan kondisi angin dan gelombang laut. ([BMKG][6])
BMKG menyebut kondisi cuaca di wilayah Kepri dipengaruhi tingginya kelembapan udara serta pertumbuhan awan konvektif yang mendukung terbentuknya hujan di sejumlah daerah. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat aktivitas luar ruangan dan pelayaran antarpulau. (red)







