RiauKepri.com, RIAU – Dunia seni dan kebudayaan di Riau berduka. Pada Kamis, 28 Mei 2026, dua tokoh seni pertunjukan dan sastra Riau meninggal dunia dalam hari yang sama. Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam bagi para seniman, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat budaya di Bumi Lancang Kuning.
Seniman teater sekaligus sastrawan Riau, TM Sum, meninggal dunia di Pekanbaru sekitar pukul 09.00 WIB. Almarhum dikenal luas sebagai tokoh teater dan sastra yang aktif mengikuti dan melaksanakan kegiatan kesenian di Riau. Selain berkesenian, TM Sum juga merupakan dosen pada Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning (Unilak).
Sepanjang hidupnya, TM Sum dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan perkembangan sastra dan teater Melayu Riau. Karya-karyanya banyak berbicara tentang manusia, kebudayaan, dan realitas sosial masyarakat. Di lingkungan kampus, ia dikenang sebagai pribadi sederhana yang dekat dengan mahasiswa.
Beberapa jam setelah kabar wafatnya TM Sum, dunia seni Riau kembali diguncang oleh berita meninggalnya tokoh teater Riau, Aal Rakhim Sekha. Aal Rakhim mengembuskan napas terakhir di Lipat Kain, Kabupaten Kampar, sekitar pukul 14.00 WIB. Kepergiannya menambah panjang daftar kehilangan tokoh budaya yang selama ini aktif menjaga denyut teater di Riau.
Aal Rakhim dikenal sebagai figur penting dalam perkembangan teater daerah. Ia aktif dalam berbagai pementasan, pembinaan komunitas seni, hingga kegiatan kebudayaan di berbagai wilayah Riau. Bagi banyak seniman muda, Aal Rakhim bukan hanya seorang pelaku seni, tetapi juga guru dan penggerak yang mendorong lahirnya generasi teater baru.
Wafatnya dua tokoh seni ini dalam satu hari menjadi kehilangan besar bagi dunia kebudayaan Riau. Ucapan duka dan penghormatan mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas seni, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat luas. Banyak pihak mengenang keduanya sebagai sosok yang mendedikasikan hidup untuk seni, kebudayaan, dan pendidikan.
Kepergian TM Sum dan Aal Rakhim Sekha meninggalkan jejak penting dalam perjalanan seni Riau. Meski raganya telah tiada, karya, gagasan, dan semangat mereka diyakini akan terus hidup di panggung-panggung teater, ruang sastra, dan ingatan generasi yang pernah belajar serta tumbuh bersama keduanya. (RK2)







