RiauKepri.com, KUNDUR – Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan RI Angkatan 2026 yang di gagas Rudi Rendra menggelar kegiatan agar generasi muda membangun karakter, dan imajinasi, acara digelar di Lapangan Hijau Sekolah Polisi Negara (SPN) Tanjungbatu Kundur Ahad (14/06/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Membaca Masa Depan Kundur” dan menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang.
Salah seorang Penulis Novel IVA si Atresia Biler, Zulrahmini berbagi pengalaman mengenai proses kreatif menulis serta pentingnya literasi sebagai sarana membangun imajinasi, pengetahuan, dan karakter generasi muda.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan para Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat SMA, yakni M. Muflihul Hanif, Jocelyn, Burhanudin, dan Kezia Farica Azzahra, yang membagikan kisah perjuangan mereka hingga dipercaya menjadi duta yang menginspirasi remaja sebaya untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran Ageng Prayuda, yang mengajak peserta untuk memanfaatkan masa muda sebagai momentum membangun karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta berharap kegiatan literasi semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini jangan sampai menjadi program musiman. Harus terus berlanjut karena menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja. Ruang seperti ini sangat penting untuk mengalihkan mereka dari penggunaan gawai yang berlebihan,” ungkap Rendra
Sebagai penggagas kegiatan, Rudi Rendra menegaskan bahwa pembangunan budaya literasi membutuhkan dukungan yang lebih luas, tidak hanya dari komunitas, tetapi juga dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menyebut ekosistem literasi di Kundur perlu mendapat perhatian serius dari Rojiah selaku Bunda Literasi Kabupaten Karimun, serta dukungan pemerintah daerah melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan.
Literasi adalah investasi peradaban sambung Rendra, jika ingin membangun generasi yang unggul, maka ruang-ruang literasi harus dirawat dengan kebijakan yang kuat, dukungan anggaran yang memadai, untuk penerbitan buku penulis lokal dan apresiasi yang nyata bagi para pegiat literasi, ujar Rendra.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memperkuat gerakan ini melalui regulasi yang berpihak pada pengembangan budaya baca dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, agar program-program literasi dapat terus tumbuh dan berkelanjutan,” ungkap Rendra.
Melalui program RELIMA 2026, para pegiat literasi berharap lahir ekosistem yang semakin kuat dalam membangun budaya membaca, berdiskusi, dan berkarya, sekaligus menjadi wadah pembentukan generasi muda Kundur yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (RK/14)







