RiauKepri.com, PEKANBARU – SD Negeri 65 Pekanbaru menghadirkan inovasi Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang sebagai solusi kreatif untuk mendukung program Sekolah Ramah Anak. Inovasi ini lahir setelah dilakukan observasi langsung terhadap siswa SDN 65 Pekanbaru, menunjukkan masih adanya 50 kasus bullying, 20 kasus siswa tidak mencuci tangan, serta 10 kasus kurang disiplin.
Permasalahan tersebut ditemukan meskipun sekolah secara rutin melaksanakan program Sharing Day dua kali setiap bulan dan menyediakan Kotak Sahabat sebagai sarana pengaduan siswa. Berdasarkan hasil diskusi dan kajian berbagai sumber, tim menemukan teori Jean Piaget yang menyatakan bahwa anak usia sekolah dasar lebih mudah belajar melalui pengalaman nyata dan kegiatan menarik. Sementara itu, Albert Bandura menjelaskan bahwa anak belajar melalui proses melihat, mendengar, meniru, dan mengulang perilaku.
Berdasarkan teori tersebut, SD Negeri 65 Pekanbaru mengembangkan Robot Rama dan Jam Pintar sebagai media pengingat perilaku positif, anti-bullying, disiplin, serta kebiasaan mencuci tangan. Selain itu, Paper Wash Telang diciptakan sebagai media cuci tangan yang menarik, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan minat siswa menjaga kebersihan.
Pelaksanaan program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Polsek Rumbai, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau, Puskesmas Karya Wanita Rumbai, serta SMKN 2 Pekanbaru. Melalui kolaborasi tersebut, sekolah berharap tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
“Saya sangat mengapresiasi kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan oleh peserta didik Pelangi (peduli, langsung bertindak, dan inspiratif) yang dibimbing oleh Guru Pembimbing SD Negeri 65 Pekanbaru Rita Samela, M.Pd dan Nofli Kasmayulis, S.S melalui pengembangan Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang. Inovasi ini lahir dari permasalahan nyata yang ditemukan di lingkungan sekolah dan menjadi solusi yang edukatif, menarik, serta sesuai dengan kebutuhan anak. Kehadiran media ini diharapkan mampu membangun budaya positif, meningkatkan disiplin, membiasakan hidup bersih, dan mencegah bullying sejak dini. Semoga program ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak.” ujar Hj. Sri Sulastri Kepala Sekolah SDN 65 Pekanbaru. (Rls)







