Menu

Mode Gelap
Harganas Ke-33, Pemprov Kepri Dorong Peran Aktif Ayah Bangun Generasi Tangguh Dua Atlet Muda Siak Dominasi Kejurnas Tenis Junior, Bawa Pulang Enam Medali Emas Karang Taruna dan Politeknik Pariwisata Batam Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan SDM Jurnalis Kundur Masuk 16 Besar, Pertandingan Tenis Meja HUT Bhayangkara ke 80 120 Satpam BRK Syariah Ikuti Pelatihan Service Acceleration, Perkuat Garda Terdepan Pelayanan Bank Masyarakat Kandis Kini Lebih Mudah Akses Dana Tunai Lewat Gadai Emas BRK Syariah

Advertorial

Dragon Boat Race 2026 Jadi Magnet Wisata, Pemprov Kepri Bidik Dampak Ekonomi dan Pelestarian Budaya

badge-check


					Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dan Wamendikdasmen RI Atip Latipulhayat potong pita dimulainya Dragon Boat Race 2026 di kawasan Pelantar 3, Kota Tanjungpinang, Jumat (26/6). Perbesar

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dan Wamendikdasmen RI Atip Latipulhayat potong pita dimulainya Dragon Boat Race 2026 di kawasan Pelantar 3, Kota Tanjungpinang, Jumat (26/6).

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memanfaatkan penyelenggaraan Dragon Boat Race 2026 sebagai momentum memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ajang tahunan tersebut resmi dibuka di kawasan Pelantar 3, Kota Tanjungpinang, Jumat (26/6), dan akan berlangsung hingga 28 Juni 2026.

Pembukaan perlombaan dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Atip Latipulhayat. Seremoni ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya perlombaan perahu naga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati kawasan pesisir Pelantar 3.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa Dragon Boat Race memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi olahraga air. Menurutnya, event tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat pesisir Tanjungpinang.

Ansar mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai agenda budaya yang mampu memperkuat persatuan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada wisatawan.

Selain aspek pelestarian budaya, penyelenggaraan Dragon Boat Race juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan olahraga atau sport tourism yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurut Ansar, kehadiran ribuan pengunjung selama penyelenggaraan perlombaan diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, perhotelan, transportasi, hingga jasa wisata diperkirakan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Ia menilai setiap kegiatan berskala besar yang digelar di Kepulauan Riau harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui meningkatnya transaksi ekonomi dan kunjungan wisatawan.

Di sisi lain, Dragon Boat Race 2026 kembali menghadirkan persaingan antartim perahu naga yang berlomba menaklukkan lintasan di perairan Pelantar 3. Irama tabuhan genderang yang mengiringi kayuhan atlet berpadu dengan sorak-sorai penonton menciptakan suasana meriah di sepanjang kawasan perlombaan.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Ribuan warga memadati tepi pantai untuk menyaksikan jalannya perlombaan, sementara sebagian lainnya memilih menonton dari atas pompong yang berjejer di sekitar lintasan balap.

Dragon Boat Race telah menjadi agenda budaya tahunan yang melekat dalam kehidupan masyarakat Tanjungpinang. Tradisi tersebut berasal dari budaya Tionghoa yang diwariskan secara turun-temurun dan berkembang harmonis bersama budaya Melayu di wilayah pesisir.

Penyelenggaraan perlombaan juga berkaitan erat dengan tradisi Sembahyang Keselamatan Laut yang menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat sekaligus penghormatan terhadap budaya maritim yang telah mengakar di Kepulauan Riau.

Perpaduan unsur olahraga, budaya, dan tradisi menjadikan Dragon Boat Race sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan di Tanjungpinang. Keunikan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap penyelenggaraan Dragon Boat Race terus berkembang dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, sehingga mampu meningkatkan citra Tanjungpinang sebagai destinasi wisata budaya bertaraf nasional maupun internasional.

Melalui pelestarian tradisi yang dikemas secara profesional dan berkelanjutan, Dragon Boat Race diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi wisata bahari dan budaya unggulan di Indonesia. (Adv)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harganas Ke-33, Pemprov Kepri Dorong Peran Aktif Ayah Bangun Generasi Tangguh

29 Juni 2026 - 14:11 WIB

Ansar Dorong Penguatan Peran DPRD Kabupaten Hadapi Revisi UU Pemerintahan Daerah

27 Juni 2026 - 19:12 WIB

Wamendikdasmen Apresiasi Kepri, Tantangan Wilayah Kepulauan Tak Hambat Kemajuan Pendidikan

26 Juni 2026 - 17:41 WIB

Ansar Jadikan Jalan Raya Dompak Lokasi Edukasi Lingkungan, Gerakan Gotong Royong Didorong Jadi Budaya Masyarakat

25 Juni 2026 - 15:26 WIB

Pulau Penyengat Kian Mendunia, Revitalisasi Warisan Melayu Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kepri

24 Juni 2026 - 11:30 WIB

Trending di Advertorial