RiauKepri.com, PEKANBARU – Dinamika internal perusahaan media terbesar di Riau kini menyita perhatian tokoh publik. Mantan Gubernur Riau, Saleh Djasit mengaku sangat terkejut mendengar kabar adanya masalah hukum yang menerpa pendiri Riau Pos Group, Rida K Liamsi.
Kabar tuntutan dari pihak manajemen pusat atau Jawa Pos ini memicu reaksi keprihatinan mendalam di kalangan sahabat dan tokoh masyarakat. Bagi masyarakat Riau, nama Rida K Liamsi bukan sekadar tokoh pers. Pria kelahiran 13 November 1943 itu dikenal luas sebagai sosok yang membesarkan Riau Pos dari nol hingga berkembang pesat dan memiliki gedung-gedung bertingkat tinggi di berbagai daerah. Saleh Djasit secara terbuka menyayangkan situasi perseteruan yang saat ini terjadi.
“Kita sangat terkejut dan prihatin. Setahu kita, dia (Rida K Liamsi – red) yang membesarkan Riau Pos,” ungkapnya, Senin (6/7/2026).
Jejak Emas
Mantan Bupati Kampar dua periode tersebut menyoroti bagaimana kiprah Rida K Liamsi bagi Riau. Ia tidak hanya membangun bisnis media dan percetakan semata, ekspansi media dibawah kendali Rida berhasil mempercepat proses kemajuan Provinsi Riau, mulai dari sektor pendidikan, kebudayaan, hingga pemberdayaan seniman dan cendekiawan melalui berbagai seminar serta penghargaan bergengsi.
Secara fisik, tambahnya, bukti kejayaan kepemimpinannya masih berdiri kokoh. Pembangunan infrastruktur megah menjadi warisan nyata yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh manajemen saat ini.
“Sekarang masih ada kekayaan itu, Menara Riau Pos Pekanbaru, Menara Batam Pos. Itu jelas. Berapa harganya? Itu saja luar biasa nilainya,” jelasnya.
Menanti Kebijaksanaan Manajemen Baru
Selain itu, kiprah Rida K Liamsi dinilai tidak hanya terbatas di daerah. Saleh Djasit yang juga pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Golkar periode 2004—2008 ini mengingat betul bahwa Rida sempat ikut memegang peranan penting di dalam manajemen pusat. Karena itulah, masalah yang kini mencuat dirasa sangat ironis.
Meskipun tidak mengetahui secara persis rincian materi tuntutan yang dilayangkan, Saleh Djasit menaruh harapan besar kepada para pengambil keputusan di jajaran direksi Jawa Pos saat ini. Ia meminta agar pihak perusahaan tidak melupakan sejarah panjang pengorbanan sang perintis.
“Kita berharap pimpinan dari Jawa Pos yang baru ini lebih menghormati para pendiri. Silakan cari solusi penyelesaian, paling tidak jangan sampai melupakan jasa beliau,” tutupnya. (*)







