Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Rabu 8 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Batam, Warga Diminta Waspada Di Tengah Ketidakpastian Global, PNBP Visa Imigrasi Tumbuh 6,42 Persen pada Semester I 2026 Desa Bukit Padi Tetapkan Tiga Program Prioritas Cegah Stunting dalam RKPDes 2027 BRK Syariah dan Wakaf Warrior Hadirkan CWLD, Wujudkan Wakaf Produktif untuk Pengadaan Alat Kesehatan di Batam Bawa Direktur BSP Temui Arwin AS, Bupati Afni: Minta Doa Orang Tua yang Berjasa LAMR: BSP Jaga Marwah Melayu, Bukti Anak Riau Mampu Kelola Migas Sendiri

Minda

Mengenal Brunei Darussalam di Pulau Borneo

badge-check


					Mengenal Brunei Darussalam di Pulau Borneo Perbesar

Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Bangi Selangor Malaysia/
Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau

 

Brunei Darussalam adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan. Brunei Darussalam adalah Negara monarki absolut yang dipimpin oleh seorang Sultan yaitu Sultan Hassanal Bolkiah yang hingga kini menjadi Sultan Brunai Darussalam. Sistem pemerintahan Brunai Darussalam menggabungkan hukum Inggris dan Syariat Islam dalam kehidupan sehari hari. Brunei Darussalam sendiri menyebutnya sebagai pulau Borneo. Pulau Borneo ditempati oleh tiga Negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam yang memiliki perbatasan langsung baik daratan maupun lautan.

Ketiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam tidak dapat dipisahkan secara sosial dan budaya, namun dipisahkan secara politik dan ekonomi serta memiliki kedaulatan masing-masing atas negaranya. Secara geografi dan wilayah, Brunei Darussalam memiliki luas wilayah sekitar 5.765 km² yang terbagi menjadi empat distrik (Brunei-Muara, Tutong, Belait, dan Temburong) dengan ibu kota Bandar Seri Begawan. Brunei Darussalam adalah negara monarki absolut yang dipimpin oleh seorang Sultan yaitu Sultan Hassanal Bolkiah yang hingga kini menjadi Sultan Brunei Darussalam. Sistem pemerintahan Brunei Darussalam adalah menggabungkan hukum Inggris dan Syariat Islam dalam kehidupan sehari hari.

Brunei Darussalam sebagai negara dalam kawasan ASEAN melakukan kerjasama empat negara yang disebut dengan kerja sama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina BIMP-EAGA (Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area). Kerjasama yang sudah terbentuk sejak 24 Maret 1994 tersebut meliputi kerjasama di berbagai bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan investasi. Kerjasama regional BIMP-EAGA merupakan salah satu kerja sama ekonomi sub-regional dengan tujuan utama adalah meningkatkan kerja sama ekonomi dan integrasi di antara wilayah anggotanya. Kerjasama regional BIMP-EAGA telah mencatat kemajuan dalam meningkatkan perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Kerjasama regional BIMP-EAGA merupakan kerjasama ekonomi subregional yang bertujuan meningkatkan integrasi ekonomi dan konektivitas di antara wilayah anggotanya. Keempat negara yaitu Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina tidak dapat dipisahkan secara sosial, bahasa dan budaya, namun dipisahkan secara politik dan ekonomi serta memiliki kedaulatan masing-masing atas negaranya masing-masing. Di bidang keamanan regional kerjasama empat negara dalam BIMP-EAGA telah menurunkan angka pembajakan di perairan antara Sulawesi, Sabah, dan Filipina Selatan (Mindanao). Indonesia dalam kerjasama BIMP-EAGA mengajak Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina untuk menjadi lumbung pangan di kawasan Asia Tenggara. Ketahanan pangan sangat penting bagi kemandirian dan kedaulatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara dan sebagai pusat produksi pangan regional Asia Tenggara.

Sebagai negara yang saling memiliki perbatasan laut, Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina memiliki kepentingan yang sangat besar terhadap wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang ada khususnya yang berbatasan langsung. Membangun kerjasama dalam BIMP-EAGA merupakan upaya meningkatkan konektivitas kerjasama di berbagai sektor di empat negara yang jaraknya saling berdekatan. Kerjasama regional BIMP-EAGA juga fokus pada pengembangan infrastruktur untuk mendukung perdagangan dan transportasi. Dalam sektor transfortasi darat, ketiga negara Brunai Darussalam, Malaysia dan Indonesia telah merealisasikan transfortasi angkutan Antar Lintas Batas Negara (ALBN). Kerjasama di bidang transfortasi darat sudah dilaksanakan oleh ketiga negara yaitu Brunai, Darussalam, Malaysia dan Indonesia. Perjalanan darat dari Pontianak (Indonesia) menuju Sarawak (Malaysia Timur) dan Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam.

Menurut data dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia ada tiga operator bus dari Indonesia yang mempunyai izin pelaksanaan angkutan ALBN pada trayek tersebut, salah satunya Perum Damri. Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia menjadi titik awal menuju dua kota di Sarawak, Malaysia Timur dan kota Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Keberangkatan bus berawal dari Terminal Sei Ambawang, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia menuju Bandar Kuching Sentral Bus Terminal di Sarawak Malaysia dan berakhir di kota Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam dan begitu juga sebaliknya.

Brunei Darussalam terkenal sebagai negara petrodolar, Brunei Darussalam sangat kaya berkat cadangan minyak bumi dan gas alam yang menjadikannya sebagai negara bebas pajak dengan salah satu pendapatan per kapita tertinggi di dunia. di kawasan Asia Tenggara, Brunai Darussalam termasuk Negara yang kaya dan sejajar dengan Singapura. Perbandingannya adalah jika memiliki mata uang Dollar Brunei Darussalam dan ingin berbelanja di Singapura, dapat digunakan tanpa perlu menukarkannya ke mata uang Dollar Singapura. Hal tersebut terjadi berkat Currency Interchange ability agreement antara Singapura dan Brunei Darussalam tahun 1967. Oleh karena itu, mata uang Dollar Brunei Darussalam dan Dollar Singapura di patok dengan rasio 1 : 1.

Seri keenam menuju ASEAN Community Vision 2045.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bomo Bola

5 Juli 2026 - 06:49 WIB

Peran Filipina dalam Stabilitas ASEAN

4 Juli 2026 - 12:23 WIB

Berlebih Ajar

4 Juli 2026 - 08:57 WIB

Ketika Kejujuran dan Ketulusan Dianggap Kebodohan

28 Juni 2026 - 06:52 WIB

Tunjuk Ajar Durian

28 Juni 2026 - 06:33 WIB

Trending di Minda