Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Bangi, Selangor Malaysia/
Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau
Filipina berhasil dalam pelaksanaan KTT ASEAN ke-48 tahun 2026 yang dilaksanakan di Cebu, Filipina pada 7-8 mei. Fokus utama dalam konferensi Tingkat Tinggi ASEAN tersebut adalah mengusung kepada penguatan kerjasama, ketahanan bencana, keamanan energi serta isu situasi geo-politik di Laut China Selaran (LCS). Pada 8 Agustus 1967 ASEAN berdiri yang mana Filipina sebagai salah negara pendiri bersama sama dengan Indonesia, Thailand, Singapura dan Malaysia. ASEAN didirikan dengan beberapa tujuan diantaranya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi khususnya di kawasan Asia Tenggara. Sebagai Ketua ASEAN 2026, Filipina dituntut untuk secara terus menerus mengupayakan tindakan nyata yang secara bersama-sama berupaya membangun kepercayaan, suasana damai, menciptakan kestabilan di kawasan ASEAN serta mendorong kerjasama yang bermanfaat bagi seluruh pihak yang berkepentingan khususnya bagi sesama negara-negara anggota ASEAN lainnya dan komunitas internasional sebagai mitra ASEAN seperti dalam KTT East Asian Summit yang melibatkan Jepang, Korea Selatan dan China (ASEAN + 3).
Peran Filipina dalam ASEAN khususnya sebagai ketua ASEAN tahun 2026 ini adalah menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan organisasi regional kawasan Asia Tenggara. Pertama; masuknya Timor Leste pada 26 Oktober 2025 yang lalu akan memperkuat dan menjadikan anggota ASEAN menjadi 11 negara (eleven nations). Kedua; untuk mencapai ASEAN Community Vision tahun 2045 nantinya memerlukan kekuatan dari semua anggota ASEAN yang akan menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang tangguh, kompetitif dan berkelanjutan. Hal yang demikian merupakan kontribusi yang positif bagi komunitas ASEAN dalam mewujudkan ASEAN sebagai “Eleven Nations, One Community”.
ASEAN sebagai organisasi regional di kawasan Asia Tenggara yang Filipina sebagai ketua ASEAN memiliki kepentingan menjaga kawasan tersebut sebagai kawasan damai dan bebas dari intervensi dari negara-negara lainnya. Oleh sebab itu, ASEAN akan bermitra dengan negara-negara lainnya. Dalam Forum Regional ASEAN, selain negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, juga melibatkan Mitra Wicara ASEAN seperti Rusia, Amerika Serikat, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang dan Uni Eropa. Konflik di Laut China Selatan (LCS) yang melibatkan negara-negara anggota ASEAN dengan Tiongkok tentunya menjadikan Forum Regional ASEAN sangat penting dalam upaya menyelesaikannya melalui meja perundingan. Oleh sebab itu, ASEAN sebagai organisasi regional akan semakin besar lagi, tidak hanya dalam menyelesaikan masalah-masalah diantara negara-negara ASEAN sendiri, juga ASEAN dituntut untuk dapat memberikan kontribusinya dalam menyelesaikan masalah-masalah di luar regional ASEAN yaitu masalah-masalah Internasional seperti halnya di kawasan Asia Selatan yaitu konflik Pakistan dan India serta konflik Pakistan dan Afghanistan serta konflik di Laut China Selatan (LCS).
Filipina menjadi Ketua ASEAN tahun 2026 yang semestinya Myanmar menjadi tuan rumah, namun melihat perkembangan stabilitas politik dalam negeri Myanmar yang masih dalam konflik internal, maka digantikan oleh Filipina sebagai keketuan ASEAN pada tahun 2026. Tantangan yang akan di hadapi oleh Filipina sebagai ketua ASEAN akan semakin berat dan kompleks mengingat konflik di internal ASEAN sendiri dan juga melibatkan negara-negara di luar ASEAN. Filipina salah satu negara pendiri ASEAN yang tentu memiliki pengalaman dalam penyelesaian konflik baik di negara sendiri dengan kelompok Moro di Mindanao, Filipina Selatan maupun dalam internal ASEAN sendiri. Oleh sebab itu, peran Filipina sangat strategis dalam menciptakan stabilitas dan keamanan regional dan internasional.
Oleh sebab itu pula, kontribusi Filipina dalam forum regional ASEAN memiliki dua tujuan utama diantaranya; pertama, mengembangkan dialog dan konsultasi konstruktif mengenai isu-isu politik dan keamanan yang menjadi kepentingan dan perhatian bersama negara-negara yang tergabung dalam forum regional ASEAN tersebut. Kedua; memberikan konstribusi positif dalam berbagai upaya untuk mewujudkan dan membangun rasa saling percaya (confidence building), diplomasi pencegahan (preventive diplomacy) dan resolusi konflik (conflict resolution) di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Filipina sebagai ketua ASEAN tahun 2026 tentu mengambil peran tersebut.
Seri kelima menuju ASEAN Community Vision 2045.









