Menu

Mode Gelap
Ambulans untuk IKRAB Duri, Bukti Komitmen CSR BRK Syariah bagi Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan Meranti Belah Rumah Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 2 Agustus 2026: Tanjungpinang, Bintan dan Karimun Cerah, Natuna Berpotensi Hujan Ringan Kapolres Bengkalis Pimpin Sertijab Wakapolres, Kompol Ridho Perasetia Resmi Jabat Wakapolres Bengkalis

Minda

Belah Rumah

badge-check

Ilustrasi. Perbesar

Ilustrasi.

WAK, akhir-akhir ni angin bertiup bukan main kuat. Bukan angin tengkujuh, tapi angin nak membelah Provinsi Riau. Ada yang berangan-angan nak buat Riau Pesisir, ada pula yang menyebut Siak Indrapura. Ibu kotanya pun macam orang pilih tempat kenduri; Dumai disebut, Bagansiapiapi diangkat, Batin Solapan pun tak nak kalah.

Rumah belum dibangun, tiang belum dipacak, yang berebut kursi dah macam rebut bangku depan waktu pengajian.
Orang Melayu kalau nak belah kayu pun tengok uratnya dulu. Ini pulak nak belah negeri, urat sejarah pun belum habis dikaji, gergaji dah diasah berkilat.

Padahal jiran kite di Sumatera Barat elok saja. Rumahnya tetap satu, tapi biliknya ditambah. Kabupaten dan kota bertambah, tapi dapurnya masih sama-sama berasap. Kite pulak baru nampak retak sikit di dinding, terus nak belah rumah jadi dua. Esok lusa kalau atap bocor, jangan-jangan nak dibelah jadi empat pula.

Padahal di depan mata sudah ada perjuangan Daerah Istimewa Riau (DIR). Kajian ilmiahnya ada, usulnya pun sudah sampai ke DPR RI. Eloklah tenaga jangan habis bertengkar pasal pagar, sedangkan peluang membesarkan rumah sedang terbuka.

Kalau DIR tercapai, bukan sekadar papan nama bertambah. Marwah Melayu makin terangkat. Dunia makin tahu, di tanah inilah bahasa Indonesia bertunas daripada akar bahasa Melayu. Jangan sampai orang luar sibuk mengangkat Melayu, kite pulak sibuk mengangkat gergaji.

Ada pula yang berkata pesisir terpinggir. Eeh Wak, kalau diselak kitab sejarah, bukan sikit pemimpin dan gubernur Riau yang lahir dari kawasan pesisir. Maknanya pintu rumah tak pernah berkunci. Orang dari tepi laut tetap boleh duduk di ruang tengah. Yang penting membawa amanah, bukan membawa ukur pita nak ukur sempadan baru.

Kalau alasan pemekaran kerana jalan rusak, jambatan patah atau pembangunan lambat, itu bukan salah peta. Itu kerja kepala daerah yang dipilih rakyat. Jangan kerana jalan berlubang, peta pula yang dibedah. Kalau perahu bocor, yang ditampal perahunya, bukan sungainya dibelah dua.

Lagi pula, orang yang berangan nak jadi provinsi baru ni, kadang terlupa satu perkara. Moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) masih berlaku. “Kerajaan” pusat belum membuka pintu pemekaran, kecuali untuk Papua. Jadi sekarang ni ibarat orang dah sibuk pilih langsir, padahal tanah tapak rumah pun belum dibeli.

Orang tua-tua Melayu sudah lama mengingatkan: “Jangan berharap hujan di siang hari, air dalam tempayan dibuang.”

Ada pula petuah lain yang kena betol dengan keadaan sekarang: “Jangan kerana terdengar guruh di langit, tempayan yang penuh air dihempaskan.”

Yang ada di tangan jangan dilepas. Yang belum tentu datang jangan terlalu dikejar.
Yang patut kite risaukan hari ni bukan siapa jadi gubernur atau di mana ibu kota. Yang patut dirisaukan, jangan sampai Melayu tinggal nama. Hari ni orang kenal Melayu Riau kerana pesisirnya masih petah berbahasa Melayu, masih ada yang menjaga adat, masih berbaju Melayu. Kalau semua sibuk berebut kuasa, takut nanti yang tinggal cuma tanjak di musium.

Orang Melayu tak diajar membesarkan rumah dengan membelah tiangnya. Orang Melayu diajar bermuafakat, berunding, dan membesarkan rumah bersama-sama.

Atau kita sama-sama memperjuangkan agar Provinsi Riau juga masuk dalam kategori Daerah Kepulauan di Indonesia. Perjuangan ini penting karena Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan merupakan regulasi khusus yang dirancang untuk mengatasi ketimpangan pembangunan, memberikan dana afirmatif, serta memperkuat kewenangan pengelolaan wilayah laut di daerah-daerah kepulauan.

RUU Daerah Kepulauan bertujuan menciptakan keadilan anggaran melalui pemberian dana khusus dan formula pembiayaan yang disesuaikan dengan karakter geografis wilayah laut dan pulau. Selain itu, RUU ini juga memperkuat kewenangan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota dalam pengelolaan wilayah laut, sekaligus mendorong peningkatan transportasi laut dan layanan dasar agar daerah kepulauan tidak tertinggal dibandingkan wilayah daratan.

RUU tersebut dipelopori oleh Badan Kerja Sama (BKS) Provinsi Kepulauan yang beranggotakan delapan provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara.

Melihat karakter geografis Riau yang memiliki wilayah pesisir, pulau-pulau, dan kawasan laut yang luas, sudah sepatutnya Riau ikut memperjuangkan pengakuan sebagai Daerah Kepulauan. Tujuannya bukan sekadar memperoleh status, melainkan untuk mendapatkan keadilan pembangunan, penguatan kewenangan daerah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir serta kepulauan di Provinsi Riau.

Jadi Wak, kalau rumah pusaka masih tegak berdiri, jangan sibuk mencari gergaji. Baik kite rapatkan dinding yang renggang, kukuhkan tiang yang mulai longgar, tampal atap yang bocor, dan jaga halaman supaya anak cucu masih tahu di mana rumah asalnya. Sebab negeri yang besar bukan kerana banyak sempadannya.
Negeri yang besar ialah negeri yang anak cucunya masih tahu menjaga marwah, adat, dan pusaka Melayu.

Penulis: Taufik Hidayat, pemimpin redaksi riaukepri.com.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi

2 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Sabut Batu

1 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Peduli Warga Pesisir Rohil, Ditpolairud Polda Riau Salurkan Bantuan Beras dan Bibit Pohon Lewat Program JALUR

31 Juli 2026 - 21:25 WIB

Siswa SIP Angkatan 56 Beri Bantuan Bahan Pokok ke Panti Asuhan Darul Ilmi Pekanbaru

31 Juli 2026 - 13:32 WIB

Seharusnya Seluruh Jalan Menuju Allah

31 Juli 2026 - 07:52 WIB

Trending di Minda