RiauKepri.com, PEKANBARU– PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) terus mempercepat langkah bisnis di sektor hulu migas. Belum genap 100 hari sejak dipimpin Direktur Dr. H. Haris Kampay, perusahaan daerah tersebut telah menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) terkait pengelolaan sumur minyak idle di Wilayah Kerja Rokan.
MoU pertama diteken antara SPR dan PT Karya Satria Abadi (KSA) di Kantor SPR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Selasa (14/7/2026). Kerja sama itu berbentuk Kerja Sama Operasi (KSO), menyusul penetapan KSA sebagai pemenang kontrak pengelolaan sumur idle di Wilayah Kerja Rokan.
Direktur SPR Haris Kampay mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah awal perusahaan dalam meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau sekaligus membuka peluang lapangan kerja.
“MoU sudah kita teken. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal bagi SPR untuk meningkatkan sumbangan kepada PAD Riau dan menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Haris.
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, SPR menggandeng pihak ketiga sebagai operator. Haris menyebut hingga kini sudah ada tiga perusahaan yang menyatakan kesediaannya menjadi operator.
Salah satunya adalah PT Fondasindo Maret Berjaya (FMB), yang menandatangani MoU dengan SPR pada Kamis (16/7/206). Penandatanganan dilakukan oleh Haris Kampay dan Direktur Cabang PT Fondasindo Maret Berjaya Wilayah Riau, Jonni, serta disaksikan Notaris Ira Asiska.
Haris menegaskan SPR akan mengembangkan usaha dengan mengoptimalkan kemitraan bisnis tanpa bergantung pada pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami tidak akan bertumpu terhadap APBD dalam menjalankan setiap program yang dibuat,” ucapnya.
Usai penandatanganan MoU, jajaran SPR bersama PT Fondasindo Maret Berjaya yang dipimpin Sekretaris SPR Hariyanto Karim mengikuti pemaparan potensi sumur minyak idle yang akan dikelola di Kantor PT Karya Satria Abadi, Rumbai, Pekanbaru.
Direktur PT Karya Satria Abadi, Dr. Taufik Arakhman, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi itu diharapkan dapat mendukung target pemerintah meningkatkan produksi minyak nasional hingga mencapai 1 juta barel per hari. (RK1)








