Menu

Mode Gelap
Usai Limbah, SPR MoU dengan Koperasi Bidik Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit dan Komuditi Pengan Keren, MoU Terkait Pengelolaan Limbah dengan PT. TMC, SPR dapat 20 Persen Keuntungan untuk PAD Riau Hafizha Rahmadhani Pastikan Pembangunan Sarana Sanitasi dan Air Minum Tepat Sasaran Hotspot Karhutla di Bengkalis Menurun, Terpantau Satu Titik Kategori Medium ASN Muda Ramai Tinggalkan Birokrasi Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 4 Agustus 2026: Tanjungpinang hingga Batam Didominasi Berawan, Natuna dan Anambas Berpotensi Diguyur Hujan

Pekanbaru

Mahasiswa dan Dosen FKIP Unri Datangi LAMR, Ini Tujuannya

badge-check

Rombongan dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI),  pada Rabu (14/5/2025), berkunjung ke di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. F: Ist Perbesar

Rombongan dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI), pada Rabu (14/5/2025), berkunjung ke di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Rombongan dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI), pada Rabu (14/5/2025), berkunjung ke di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Helat ini sebagai upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap adat dan budaya Melayu Riau melalui pendekatan langsung dengan pemangku adat.

Ketua Program Studi, Tuan Dr. Hendri Marhadi, S.E., M.Pd, yang memimpin sebanyak
35 mahasiswa FKIP UNRI yang datang itu mengatakan, bahwa kunjungan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman, khususnya dalam mata kuliah yang berkaitan dengan pendidikan berbasis budaya lokal.

“Kami membawa mahasiswa ke LAMR agar mereka tidak hanya memahami budaya Melayu dari buku semata, tetapi juga menyerap langsung nilai-nilai, filosofi, serta petuah dari para tokoh adat. Ini penting untuk membentuk karakter pendidik yang berakar pada kearifan lokal,” ungkap Dr. Hendri.

Kehadiran rombongan FKIP UNRI disambut hangat oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil. Dalam pertemuan tersebut, Datuk Seri Taufik menyampaikan pemaparan singkat namun sarat makna mengenai jati diri Melayu dan sejarah berdirinya LAMR sebagai lembaga yang berperan strategis dalam menjaga kelestarian budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning ini.

“Melayu bukan sekadar identitas etnis, tetapi juga sistem nilai yang membentuk peradaban. LAMR berdiri untuk menjadi penjaga dan penggerak nilai-nilai itu, agar tak lekang oleh waktu,” ujar Datuk Seri Taufik.

Datuk Seri Taufik juga menyampaikan usulan Riau sebagai daerah istimewa. “Ini kerja berat dan besar, karenanya perlu kerja sama semua pihak untuk mewujudkan Riau sebagai daerah istimewa. Kita harus mengedepankan nilai sejarah, budaya Melayu, serta kontribusi strategis Riau terhadap negara. Tanpa dukungan lintas elemen pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan generasi muda maka perjuangan ini akan sulit tercapai. Ini bukan hanya soal status, tetapi juga soal pengakuan terhadap jati diri dan peran penting Riau dalam perjalanan bangsa,” ungkap Datuk Seri Taufik.

“Maka dari itu, mari kita gaungkan tagar #DaerahIstimewaRiau di setiap postingan kita. Ini bukan sekadar simbol, tapi bentuk nyata dukungan kita terhadap perjuangan menjadikan Riau sebagai daerah istimewa,” sambung Datuk Seri Taufik.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi terbuka. Mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar struktur kelembagaan adat, mekanisme pewarisan nilai budaya, serta tantangan pelestarian budaya Melayu di era modern. Diskusi ini menjadi ruang interaktif yang mempertemukan dunia akademik dan kearifan lokal dalam bingkai keilmuan dan kebudayaan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Datuk Arman, sejumlah dosen pendamping dari UNRI Dra. Munsiatun, Guslinda, S.Pd., M.Pd., dan Ningrum Melihayati, M.Pd. Mereka menyambut baik sambutan dan respon LAMR terhadap program kunjungan ini, serta berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dalam bentuk program-program kolaboratif lainnya di masa mendatang.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan jangka panjang antara dunia pendidikan tinggi dengan lembaga adat dalam mendukung pendidikan karakter berbasis budaya lokal, serta memperkuat identitas kebangsaan di tengah tantangan globalisasi. (RK1)

 

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Usai Limbah, SPR MoU dengan Koperasi Bidik Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit dan Komuditi Pengan

4 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Keren, MoU Terkait Pengelolaan Limbah dengan PT. TMC, SPR dapat 20 Persen Keuntungan untuk PAD Riau

4 Agustus 2026 - 16:18 WIB

LAMR Terima Audiensi JKSN dan PGNU Riau, Bahas Penguatan Nilai Adat dan Agama

3 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Dua Tahun Menunggu, Atlet Riau Tagih Sisa Bonus PON

3 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi

2 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Trending di Pekanbaru