Menu

Mode Gelap
Bupati Roby Kurniawan Serahkan 11 Unit Sarana Penangkapan Ikan kepada Kelompok Nelayan Berawal dari Informasi Warga, Polsek Rupat Ungkap Kasus Sabu dan Amankan Seorang Pria LAMR Terima Audiensi JKSN dan PGNU Riau, Bahas Penguatan Nilai Adat dan Agama BRK Syariah Jadi Mitra yang Diharapkan Mendorong Ekonomi Desa Mengkait Di Tengah Perebutan Bisnis Air Batam, Warga Pulau Jaloh Berebut Setetes Air Bersih Di Ujung Negeri, Sebuah Gerobak Mengantarkan Harapan

Pekanbaru

LAMR Terima Audiensi JKSN dan PGNU Riau, Bahas Penguatan Nilai Adat dan Agama

badge-check

Kunjungan audiensi PW JKSN Provinsi Riau dan PGNU Provinsi Riau ke LAMR. (Foto: ist) Perbesar

Kunjungan audiensi PW JKSN Provinsi Riau dan PGNU Provinsi Riau ke LAMR. (Foto: ist)

RiauKepri.coom, PEKANBARU— Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau menerima kunjungan audiensi Pengurus Wilayah Jaringan Kiai Santri Nasional (PW JKSN) Provinsi Riau dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PGNU) Provinsi Riau di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro No. 39 Pekanbaru, Senin (3/8/2026).

Rombongan disambut langsung Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil dan para datuk pengurus LAMR lainnya.

Ketua PW JKSN Riau, Kiai Tohir, mengatakan secara nasional JKSN berdiri sejak 2018 dan di Riau baru terbentuk. Karenanya Kiai mohon doa serta tunjuk ajar dari LAMR agar langkah organisasi dalam mengabdi kepada masyarakat tetap sejalan dengan nilai-nilai adat dan budaya Melayu Riau.

Kiai Tohir juga menjelaskan JKSN bergerak aktif mengawal dan mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di lingkungan pesantren dan masyarakat.

Ketua PGNU Riau, Masitah, juga memohon bimbingan dan arahan dari LAMR sebagai lembaga adat yang dihormati masyarakat Riau. Menurutnya, sinergi antara organisasi keagamaan dan lembaga adat penting untuk memperkuat pembinaan moral, pendidikan, dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan itu
Datuk Seri Taufik menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa hubungan LAMR dengan kalangan ulama, guru, dan santri sangat erat karena adat Melayu Riau berakar kuat pada ajaran Islam. “Jika adat menyalah, maka perlu diluruskan. Jika adat bertentangan dengan agama, maka tinggalkan adat,” ujarnya.

Datuk Seri Taufik mengatakan Balai Adat Melayu Riau merupakan rumah besar masyarakat Riau yang selalu terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan. Menurutnya, kolaborasi antara LAMR, JKSN, dan PGNU penting untuk menjaga harmoni sosial serta memperkuat jati diri Melayu yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Datuk Seri Taufik juga menilai JKSN dan PGNU memiliki peran strategis dalam mewariskan nilai-nilai adat dan agama kepada generasi muda. Karena itu, ia berharap komunikasi dan kerja sama antara LAMR dengan kedua organisasi tersebut dapat terus ditingkatkan demi kemaslahatan masyarakat Riau.

“Kunjungan ini kami sambut dengan sangat baik. Kami juga memohon doa para kiai dan guru agar LAMR senantiasa amanah dalam menjalankan tugasnya menjaga adat, budaya, dan marwah Melayu Riau,” kata Datuk Seri Taufik. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dua Tahun Menunggu, Atlet Riau Tagih Sisa Bonus PON

3 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi

2 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Belah Rumah

2 Agustus 2026 - 05:47 WIB

Sabut Batu

1 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Siswa SIP Angkatan 56 Beri Bantuan Bahan Pokok ke Panti Asuhan Darul Ilmi Pekanbaru

31 Juli 2026 - 13:32 WIB

Trending di Pekanbaru