Menu

Mode Gelap
Selamatkan Ribuan Honorer Non ASN, Ini Langkah Terukur dari Pemkab Siak K.H. Muhammad Mursyid Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113 di Kuok, Tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Peran Ormas untuk Kemajuan Daerah Menampi Dedap Siak Terima Sertifikat Bebas Frambusia dari Kemenkes RI Pulau Terubuk Bersholawat Bersempena Haul Raja Kecik Berjalan Khidmat Billy Yusak Resmi Memimpin BM Kosgoro 1957 Bintan

Olahraga

30 Atlet PSHT Rayon Garuda Siap Berlaga Dikejuaraan WJKC 4 Kota Batam

badge-check


					30 Atlet PSHT Rayon Garuda Siap Berlaga Dikejuaraan WJKC 4 Kota Batam Perbesar

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Kontingen Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Garuda dari Kota Tanjungpinang mempersiapkan langkah besar untuk tampil di ajang Kejuaraan Silat Wasit Juri IPSI Kepri Championship (WJKC) 4 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Kota Batam. Kontingen ini terdiri dari 30 atlet dan 10 official, dengan total 40 orang yang berangkat menggunakan biaya mandiri sebagai bentuk komitmen mereka terhadap pencak silat.

Ketua PSHT Rayon Garuda, Ahmad Taufiq Hidayatullah, yang akrab disapa Mas Kemat, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan sejak lima bulan yang lalu, tepatnya sejak Agustus 2024. “Kami rutin melakukan Training Center atau TC sejak bulan Agustus. Ini penting karena kami ingin adik-adik kami atau atlet yang bertanding nantinya sudah terbiasa dengan pola dan strategi,” ujar Mas Kemat.

Dalam mempersiapkan atlet, Mas Kemat mempercayakan tugas tersebut kepada Brandes Yusuf Mamuaya, seorang atlet pencak silat berprestasi yang juga merupakan anggota PSHT. Mas Kemat menilai Brandes layak menjadi panutan bagi generasi muda PSHT di Rayon Garuda.
“Mas Brandes ini atlet silat yang sudah mengumpulkan puluhan medali. Saya rasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membagikan ilmunya kepada adik-adik siswa PSHT Rayon Garuda. Peningkatan prestasi ini juga berdampak besar pada masa depan mereka,” katanya.

Brandes sendiri menekankan bahwa persiapan atlet tidak boleh dilakukan secara instan. “Tidak ada atlet yang ingin kalah dalam pertandingan. Meski menang atau kalah adalah hal biasa, persiapannya harus maksimal dan tidak boleh asal comot menjelang pertandingan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa membentuk atlet tidak hanya soal teknik di atas ring, tetapi juga menyangkut aspek mental dan spiritual. “Selain mematangkan teknik, para atlet juga harus matang dalam mengelola ego, psikologis, dan kepercayaan mereka kepada pelatih yang membimbing selama TC,” tambah Brandes.

PSHT Rayon Garuda tidak hanya fokus pada pencapaian medali dan sertifikat, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai luhur ajaran tradisi yang menjadi landasan Persaudaraan Setia Hati Terate sejak didirikan pada tahun 1922 di Kota Madiun. Dengan memadukan prestasi dan sikap berbudi pekerti luhur, kontingen ini optimis membawa nama baik Kota Tanjungpinang dan PSHT di ajang bergengsi ini. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Warga Gowes Bersama, Batam Rayakan HUT ke-196 dengan Semangat Sehat dan Kebersamaan

15 Desember 2025 - 06:23 WIB

Giliran Kota Dumai Ajukan Penundaan PORPROV Riau XI 2026

17 November 2025 - 07:40 WIB

Rayon Garuda: Berlaga di Kota Madani, Pulang Panen Medali

11 November 2025 - 15:29 WIB

Keringat di Atas Air, Tim Dayung Pelajar Riau Raih 3 Emas dan 2 Perak di POPNAS XVII

10 November 2025 - 05:43 WIB

Atlet Tinju Kepulauan Meranti Sumbang Emas untuk Riau di Popnas 2025

9 November 2025 - 18:26 WIB

Trending di Meranti