Menu

Mode Gelap
Komunitas Pemuda Sawang Berkolaborasi Bersama PT Timah Gelar Lomba Mancing Agar Lebih Nyaman Pengurus Masjid Nurul Huda Desa Kundur, Kundur Barat Pasang Paping Block Mahasiswa KKN UGM Bekali PKK Jemaja Timur Keterampilan Kerajinan dan Pemanfaatan Media Sosial Tuntutan 8,5 Tahun Menghampiri Abdul Wahid, Ruang Sidang Berlanjut ke Pledoi Kadin Kepri Himpun Asosiasi Pariwisata, Soroti Travel Ilegal hingga Mahalnya Tiket Feri Internasional Panitia HUT RI ke 81 Kecamatan Ungar Siapakan 6 Agenda Kegiatan

Advertorial

Bertemu Menteri Hanif Faisol, Gubri Abdul Wahid Minta Dukungan Pengembangan Lingkungan Hidup

badge-check


					Bertemu Menteri Hanif Faisol, Gubri Abdul Wahid Minta Dukungan Pengembangan Lingkungan Hidup Perbesar

RiauKepri.com, JAKARTA – Dalam rangka mengejar pendanaan lingkungan hidup melalui skema Result Based Payment (RBP) dan Result Based Contribution (RBC), Gubri Abdul Wahid dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq Rabu (10/4/2025) di Jakarta.

RBP REDD+ adalah salah satu skema pembayaran berbasis kinerja dari upaya-upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan yang telah dilakukan. RBP REDD+ dapat dilakukan melalui kesepakatan multilateral, bilateral, maupun melalui skema perdagangan karbon.

Dalam pertemuan tersebut, Gubri Abdul Wahid, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Riau Job Kurniawan, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Plt. Kepala Badan Perencanaan Daerah Provinsi Riau Purnama.

Dikatakan Gubernur Riau, di tengah keterbatasan anggaran saat ini, tren pembangunan daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan APBD semata, harus menjemput bola untuk memaksimalkan peluang-peluang yang ada.

Untuk mengakses berbagai peluang pendaan lingkungan hidup tersebut, Pemerintah Provinsi Riau juga telah melakukan langkah-langkah persiapan (readiness) arsitektur REDD+ Provinsi Riau diantaranya penyusunan Safeguard, Rencana Aksi Daerah (RAD), Forest Reference Emission Level (FREL), Measurement Reporting Verification (MRV) dan Benefit Sharing Mechanism (BSM).

Pemerintah Provinsi Riau melalui dukungan Direktorat Jenderal Mitigasi Perubahan Iklim (PPI) KLHK telah menyelesaikan penyusunan Safaguard REDD+ Provinsi Riau.

Selanjutnya sedang berproses penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) REDD+ Provinsi Riau yang ditargetkan dalam tuntas pada tahun 2025 ini.

“Dengan tersedianya arsitektur REDD+ Provinsi Riau ini nantinya, program-program mitigasi perubahan iklim dapat didukung melalui berbagai skema seperti Result Based Payment (RBP) dan juga Result Based Contribution (RBC) pada landscape Provinsi Riau,” ungkap Gubri. (Adv)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRK Syariah Perkuat Kiprah di Kancah Nasional, Tegaskan Komitmen Kepatuhan Syariah dan Pengelolaan Zakat Berdampak

8 Juli 2026 - 00:40 WIB

Di Tengah Ketidakpastian Global, PNBP Visa Imigrasi Tumbuh 6,42 Persen pada Semester I 2026

7 Juli 2026 - 20:17 WIB

Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif dalam RUU Daerah Kepulauan

6 Juli 2026 - 19:39 WIB

Ansar Ahmad Buka MTQ XII Kepri, Tegaskan Pembangunan Daerah Berawal dari Kualitas SDM

5 Juli 2026 - 09:10 WIB

Di Forum APKASI, Bupati Siak Suarakan Otonomi Daerah di Ujung Tanduk

3 Juli 2026 - 14:07 WIB

Trending di Nasional