Menu

Mode Gelap
Ustadz Darmawansyah Putra : Hablum Minannas Harus Dibangun Sejak Usia Dini Program SEHATI 2026 Bantu UMKM Kepri Urus Sertifikasi Halal, Pedagang Kuliner Tanjungpinang Rasakan Manfaatnya Polisi Ungkap Sindikat Curanmor Batam, Motor Korban Mulai Dikembalikan ke Pemilik Dentuman Meriam Buluh Meriahkan Ramadan di Siak, Puluhan Peserta Ramaikan Lomba 18 KUB Desa Gemuruh Dapat Bantuan Sembako Dari PT Timbak TBK Jelang Lebaran Idul Fitri 1447 H, Lurah Bersama RT RW Pasang Lampu Elektrik dan Pelite di Sepanjang Jalan

Pekanbaru

Demi Lingkungan dan Dunia Sehat, REDD+ dan Green for Riau Diluncurkan

badge-check


					Peluncuran REDD+ dan Green for Riau. F: Ist Perbesar

Peluncuran REDD+ dan Green for Riau. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Program Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) atau pengurangan emisi dari deforestasi dan kerusakan hutan resmi diluncurkan pada Kamis (8/5/2025).

Peluncuran ini diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
REDD+ adalah program
untuk memberikan insentif kepada negara berkembang yang berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca.

Seiring dengan helat di atas, diinisiatif Green (Growing Resilience through Emissions Reductions, Community Empowerment and Ecosystem Restoration for a Nurturin Future) for Riau atau Riau Hijau, juga dilakukan peluncuran.

Emisi gas rumah kaca sebagian besar berasal dari deforestasi atau penebangan hutan, dan degradasi hutan atau kerusakan ekosistem hutan. Pengelolaan hutan tentunya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, hal ini memerlukan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal.

Lewat REDD+ dan GREEN for Riau ini, pemerintah bersama jajaran pemangku kepentingan akan bekerja sama dalam menekan dan menurunkan emisi tersebut demi lingkungan dan dunia yang sehat. Lewat pengelolaan hutan yang tepat dan berkelanjutan bisa menjaga alam sekaligus memberikan manfaat besar di sektor sosial dan ekonomi.

Staf Ahli Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan Republik Indonesia Haruni Krisnawati mengapresiasi bagaimana Provinsi Riau ikut bersama menghadapi pengurangan emisi global. Ia juga mengapresiasi kontribusi dari segala pihak yang terus berupaya mewujudkan linkungan yang sehat dan berkelanjutan. Haruni sampaikan, semua pihak harus bersinergi dan berkomitmen dalam mewujudkan harapan tersebut lewat Tindakan.

“Kami berharap melalui GREEN for Riau, inisiatif ini dapat mempercepat kinerja penghijauan di tingkat nasional,” harapnya.

Haruni juga sampaikan, semua hal yang dilakukan dalam pelaksanaan program ini akan membawa bumi ke arah yang lebih baik. Tentunya bukan hanya menjaga hutan tetap asri, tapi juga untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Taufiq OH menyampaikan bahwa Pemprov Riau mendukung kesiapan program REDD+. Baginya, ini adalah hal yang memerlukan perhatian besar demi kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai wilayah yang kaya sumber daya, Riau akan memantapkan langkah mewujudkan Riau rendah emisi. Kami akan memperkuat komitmen ini,” ungkapnya di Gedung Daerah Balai Serindit.

Taufiq berharap, hasil dari program ini akan mewujudkan pertumuhan ekonomi serta perlindungan menyeluruh kepada semua aspek. Baik dalam membangun struktural yang hijau dan melindungi kekayaan hayati.

“Bersama kita buktikan adat dan ilmu bisa berjalan seiring ekonomi dan kearifan lokal tumbuh berdampingan. Provinsi Riau siap jadi tuan rumah yang lestari,” ungkapnya. (RK1/MCR)

 

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hujan Emas

15 Maret 2026 - 06:16 WIB

Talang Mamak Minta Perlindungan dan Pendampingan LAMR

14 Maret 2026 - 13:08 WIB

Polda Riau Gelar Program “JALUR” di Pesisir Sungai Siak, Bagikan Ratusan Takjil dan Layanan Kesehatan Gratis

14 Maret 2026 - 05:54 WIB

Kompang Aib

14 Maret 2026 - 05:50 WIB

Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas

12 Maret 2026 - 19:17 WIB

Trending di Pekanbaru