Menu

Mode Gelap
Usai Limbah, SPR MoU dengan Koperasi Bidik Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit dan Komuditi Pengan Keren, MoU Terkait Pengelolaan Limbah dengan PT. TMC, SPR dapat 20 Persen Keuntungan untuk PAD Riau Hafizha Rahmadhani Pastikan Pembangunan Sarana Sanitasi dan Air Minum Tepat Sasaran Hotspot Karhutla di Bengkalis Menurun, Terpantau Satu Titik Kategori Medium ASN Muda Ramai Tinggalkan Birokrasi Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 4 Agustus 2026: Tanjungpinang hingga Batam Didominasi Berawan, Natuna dan Anambas Berpotensi Diguyur Hujan

Pekanbaru

Lagu Lancang Kuning ”Berlayar” di Hati Wakil Dubes Inggris

badge-check

Wakil Duta Inggris saat dijamu makan malam oleh Gubernur Riau. F: Diskominfo Riau Perbesar

Wakil Duta Inggris saat dijamu makan malam oleh Gubernur Riau. F: Diskominfo Riau

RiauKepri.com, PEKANBARU- Raut wajah ceria Wakil Duta Besar Inggris, Matthew Downing, tak bisa disembunyikan saat alunan lagu Lancang Kuning menggema di ruang jamuan makan malam Kediaman Gubernur Riau. Lagu daerah ini ”berlayar” di hatinya, sehingga spontan kaki sang bule mengikuti lagu berentak zapin itu.

Lagu

Lancang Kuning yang dibawakan oleh penyanyi lokal, Shesillya, rupanya berhasil mencuri perhatian sang diplomat dari Britania Raya. Ditambah dentingan piano Syahrido, menjadi padu dalam pertemuan tamu internasional bersama Gubernur Riau Abdul Wahid, pada Rabu (7/5) malam.

Wakil Dubes Inggris Matthew Downing yang duduk satu meja bersama Gubri Abdul Wahid, tampak terkesima sejak musik dimainkan. Ia sesekali mengangguk pelan mengikuti irama, telapak kakinya naik turun perlahan, sementara mata terpejam menikmati tiap bait.

“Wow! impressive,” ucap Matthe Downing.

Tak hanya Matthew, delegasi lainnya dari UNEP, UNDP dan FAO juga tampak terpesona menikmati lagu ini. Beberapa diantara mereka bahkan merekam penampilan penyanyi yang membawakan musik melayu berentak zapin tersebut.

Kedamaian musik melayu yang ditampilkan dalam pertemuan itu menyatu dengan semangat diskusi. Pembahasan mulai dari tentang lingkungan, karbon kredit, dan pelestarian alam, semua topik mengalir menjadi satu irama.

Tak lama setelah penampilan berakhir, Matthew dan seluruh hadirin memberikan tepuk tangan, sembari megatakan terima kasih dan memuji lagu Lancang Kuning.

Gubri Abdul Wahid menjelaskan lagu Lancang Kuning sengaja disiapkan untuk menunjukkan identitas budaya Riau. Karena, lagu ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi merepresentasikan kebesaran sejarah Melayu serta semangat menjaga kehormatan.

“Lancang Kuning itu adalah kapal yang berlayar di malam hari. Lagu ini sangat penuh makna dan menunjukkan tentang sejarah budaya kami,” ucap Gubri Wahid kepada tamu satu mejanya. (RK1/MCR)

 

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Usai Limbah, SPR MoU dengan Koperasi Bidik Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit dan Komuditi Pengan

4 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Keren, MoU Terkait Pengelolaan Limbah dengan PT. TMC, SPR dapat 20 Persen Keuntungan untuk PAD Riau

4 Agustus 2026 - 16:18 WIB

LAMR Terima Audiensi JKSN dan PGNU Riau, Bahas Penguatan Nilai Adat dan Agama

3 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Dua Tahun Menunggu, Atlet Riau Tagih Sisa Bonus PON

3 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi

2 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Trending di Pekanbaru