Menu

Mode Gelap
Usai Limbah, SPR MoU dengan Koperasi Bidik Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit dan Komuditi Pengan Keren, MoU Terkait Pengelolaan Limbah dengan PT. TMC, SPR dapat 20 Persen Keuntungan untuk PAD Riau Hafizha Rahmadhani Pastikan Pembangunan Sarana Sanitasi dan Air Minum Tepat Sasaran Hotspot Karhutla di Bengkalis Menurun, Terpantau Satu Titik Kategori Medium ASN Muda Ramai Tinggalkan Birokrasi Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 4 Agustus 2026: Tanjungpinang hingga Batam Didominasi Berawan, Natuna dan Anambas Berpotensi Diguyur Hujan

Batam

PWI Batam Gandeng Nelayan, Tekan MoU Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir

badge-check

Penandatanganan MoU PWI Batam bersama tiga organisasi nelayan, yakni PENTAS, PNIP3R, dan ANST. F: Humas PWI Batam Perbesar

Penandatanganan MoU PWI Batam bersama tiga organisasi nelayan, yakni PENTAS, PNIP3R, dan ANST. F: Humas PWI Batam

RiauKepri.com, BATAM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam mengambil langkah tak biasa. Bukan sekadar mengawal isu. PWI Batam justru membangun kemitraan konkret dengan nelayan lokal di Belakang Padang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama tiga organisasi nelayan, yakni PENTAS, PNIP3R, dan ANST.

Ketua PWI Batam, Muhammad Kavi Anshary mengatakan, MoU ini adalah awal dari upaya kolektif jurnalis, untuk mendorong kemandirian ekonomi nelayan yang selama ini kerap luput dari perhatian program-program pemerintah. Kerjasama ini sebagai bentuk keberpihakan PWI Batam terhadap kelompok yang sering hanya dijadikan objek eksploitasi.

“Sudah terlalu lama nelayan tradisional hanya jadi angka di laporan, dieksploitasi. Padahal mereka penopang pangan laut kita. Kami ingin menjembatani mereka agar lebih berdaya,” ungkapnya yang memiliki nama pena “Jhon Kavi” ini, Rabu (7/5/2025).

Kavi melanjutkan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti di atas kertas, melainkan menjadi titik balik bagi nelayan Belakang Padang untuk keluar dari lingkaran ketergantungan dan menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi maritim lokal.

Kolaborasi ini harus berujung pada sistem ekonomi yang lebih adil bagi nelayan. Terutama, akses terhadap pasar, informasi, dan perlindungan hukum merupakan tiga hal yang selama ini menjadi kelemahan utama nelayan pesisir.

“Harapannya program pemberdayaan nelayan lokal tidak lagi bersifat sporadis atau proyek semata, tapi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal yang terstruktur dan berbasis komunitas,” harapnya usai pelantikan.

Adapun yang melakukan MoU dengan PWI Batam dari kelompok nelayan Belakang Padang adalah, Ascharudin, Ketua Perkumpulan Nelayan Tangguh Solidaritas (PENTAS), Iskandar ketua Perkumpulan Nelayan insan Pesisir Pulau Penawar Rindu (PNIP3R) dan Rustam Effendy Ketua Armada Nelayan Sejati Tempatan (ANST).

Diketahui, MoU ini dilakukan dalam serangkaian kegaitan pelantikan pengurus PWI Batam masa bakti 2025-2028 di Hotel Pacific, Batam, Kepulauan Riau. (*)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPRD Gelar Paripurna, Wali Kota Batam Usulkan Perubahan KUA/PPAS 2026 Rp 4,508 T

3 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Ketua PWI Pusat Tegaskan Forum Wartawan yang Ingin Gelar UKW Harus Koordinasi dengan PWI Provinsi Kepri

3 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Di Tengah Perebutan Bisnis Air Batam, Warga Pulau Jaloh Berebut Setetes Air Bersih

3 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Karang Taruna Kota Batam Bersama KPA dan BPJS Kesehatan Gelar Edukasi Bahaya HIV/AIDS, Sosialisasikan BPJS Kesehatan

2 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 1 Agustus 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah

1 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Trending di Batam