Menu

Mode Gelap
BRK Syariah Salurkan CSR Rp30 Juta untuk Masjid Al-Jama’ah pada Safari Ramadan Pemprov Riau di Inhil Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 8 Maret 2026: Sebagian Wilayah Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang BRK Syariah Gaungkan Literasi Keuangan Syariah Lewat GERAK Syariah 2026 di Pekanbaru Bupati dan Wabup Siak Jadi Amil Zakat, Terima Langsung Zakat dari Muzakki Safari Ramadan Kecamatan Jemaja Digelar di Pulau Darak, Warga Air Biru Sampaikan Terima Kasih Malu Melayu

Batam

PWI Batam Gandeng Nelayan, Tekan MoU Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir

badge-check


					Penandatanganan MoU PWI Batam bersama tiga organisasi nelayan, yakni PENTAS, PNIP3R, dan ANST. F: Humas PWI Batam Perbesar

Penandatanganan MoU PWI Batam bersama tiga organisasi nelayan, yakni PENTAS, PNIP3R, dan ANST. F: Humas PWI Batam

RiauKepri.com, BATAM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam mengambil langkah tak biasa. Bukan sekadar mengawal isu. PWI Batam justru membangun kemitraan konkret dengan nelayan lokal di Belakang Padang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama tiga organisasi nelayan, yakni PENTAS, PNIP3R, dan ANST.

Ketua PWI Batam, Muhammad Kavi Anshary mengatakan, MoU ini adalah awal dari upaya kolektif jurnalis, untuk mendorong kemandirian ekonomi nelayan yang selama ini kerap luput dari perhatian program-program pemerintah. Kerjasama ini sebagai bentuk keberpihakan PWI Batam terhadap kelompok yang sering hanya dijadikan objek eksploitasi.

“Sudah terlalu lama nelayan tradisional hanya jadi angka di laporan, dieksploitasi. Padahal mereka penopang pangan laut kita. Kami ingin menjembatani mereka agar lebih berdaya,” ungkapnya yang memiliki nama pena “Jhon Kavi” ini, Rabu (7/5/2025).

Kavi melanjutkan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti di atas kertas, melainkan menjadi titik balik bagi nelayan Belakang Padang untuk keluar dari lingkaran ketergantungan dan menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi maritim lokal.

Kolaborasi ini harus berujung pada sistem ekonomi yang lebih adil bagi nelayan. Terutama, akses terhadap pasar, informasi, dan perlindungan hukum merupakan tiga hal yang selama ini menjadi kelemahan utama nelayan pesisir.

“Harapannya program pemberdayaan nelayan lokal tidak lagi bersifat sporadis atau proyek semata, tapi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal yang terstruktur dan berbasis komunitas,” harapnya usai pelantikan.

Adapun yang melakukan MoU dengan PWI Batam dari kelompok nelayan Belakang Padang adalah, Ascharudin, Ketua Perkumpulan Nelayan Tangguh Solidaritas (PENTAS), Iskandar ketua Perkumpulan Nelayan insan Pesisir Pulau Penawar Rindu (PNIP3R) dan Rustam Effendy Ketua Armada Nelayan Sejati Tempatan (ANST).

Diketahui, MoU ini dilakukan dalam serangkaian kegaitan pelantikan pengurus PWI Batam masa bakti 2025-2028 di Hotel Pacific, Batam, Kepulauan Riau. (*)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aweng Kurniawan Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

7 Maret 2026 - 09:52 WIB

BRK Syariah Jadi Motor Digitalisasi Pesantren di KURMA 2026, QRIS Diserahkan Langsung kepada Pesantren

7 Maret 2026 - 00:50 WIB

Rumah Tenun Arios Tampilkan Wastra Khas Kepri di KURMA 2026, Nasabah BRK Syariah Ini Dorong UMKM Naik Kelas

7 Maret 2026 - 00:45 WIB

DPRD Batam Dorong Penguatan Peran Pers dalam Mengawal Transparansi Pembangunan

6 Maret 2026 - 21:59 WIB

Silaturahmi Ramadan, Kapolda Kepri Apresiasi Peran Ormas dan Mahasiswa Jaga Stabilitas Kepri

6 Maret 2026 - 08:33 WIB

Trending di Batam