Menu

Mode Gelap
Siap Lahirkan Generasi Juara, Camp Generasi Bintan Religius Berikan Beragam Pengalaman dan Pengetahuan Roby Buka Turnamen Bola Voli Bupati Cup III 2026 di Lapangan Kuala Sempang ‎Silaturahmi dengan Pangkogabwilhan I, Camat Jemaja Timur Bahas Potensi dan Infrastruktur Daerah Hubungan Malaysia dan Filipina: Isu Sabah Kisah Herlina, Elvita dan Sinta: Perjalanan Menjadi Mualaf dan Harapan Baru dari Bantuan UPZ BRK Syariah BMKG: Sejumlah Wilayah Kepri Berpotensi Diguyur Hujan pada Kamis, 14 Mei 2026

Riau

Mengungkap Perselingkuhan ASN di Inhu, Ketika Cinta Menyalahi Etika

badge-check


					Ilustrasi (net) Perbesar

Ilustrasi (net)

RiauKepri.com, RENGAT– Di balik meja kerja dan seragam dinas, muncul aroma tak sedap di Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Dugaan perselingkuhan antar Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan isapan jempol, laporan itu datang dari orang-orang terdekat, para istri yang hatinya terluka, dan bahkan dari laporan keamanan masyarakat.

Pemeriksaanpun dimulai. Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto, tak tinggal diam. Ia langsung memerintahkan tim dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) untuk turun tangan. Ahmad Syukur, Plt Kepala BKP2D, membenarkan hal ini. “Tim terus bekerja. Selain karena perintah pimpinan, kami juga menerima dua laporan dari istri ASN serta satu laporan dari Kamtibmas,” ungkapnya.

Satu dari dua laporan istri ASN sudah memasuki proses pemeriksaan mendalam. Para pihak terkait, termasuk saksi-saksi, sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Fakta-fakta mulai terkuak, bukti-bukti mulai terkumpul. Hasil pemeriksaan itu tak akan langsung diumumkan, namun akan dirapatkan terlebih dahulu sebelum diambil kesimpulan resmi.

Namun, tak semua berjalan mulus. Satu laporan dari istri ASN lainnya masih tertahan. Tersangka ASN yang bersangkutan belum bisa diperiksa karena sedang sakit. “Kami sudah terima surat keterangan sakit dari yang bersangkutan,” terang Ahmad Syukur.

Tak hanya laporan dari pihak keluarga, dugaan ini juga menyeret laporan dari masyarakat. Kasus yang mencuat lewat jalur Kamtibmas ini bahkan sudah masuk babak interogasi serius. Dua oknum ASN yang diduga berselingkuh diperiksa secara terpisah selama tiga jam, dengan lebih dari 30 pertanyaan. Hasilnya? Ada kejanggalan. Keterangan keduanya tak selaras, justru menimbulkan tanda tanya lebih besar.

“Kami akan bahas lebih lanjut. Dari situ akan ditentukan langkah selanjutnya,” ujar Ahmad.

Isu ini bukan hanya soal moral pribadi, tapi sudah masuk ranah etik dan disiplin seorang ASN. Di tengah sorotan publik terhadap integritas pejabat negara, dugaan seperti ini tentu menjadi pukulan telak.

Kini, masyarakat Inhu hanya bisa menunggu. Apakah badai ini akan reda dengan kejelasan sanksi, atau malah meninggalkan luka baru di tubuh birokrasi? Satu hal yang pasti, cinta di balik meja kerja bisa berujung pada sanksi etik yang tak ringan. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KWT Gamar Sejahtera Diduga Jual Pupuk Jatah dan Manipulasi Data

13 Mei 2026 - 18:44 WIB

Komitmen, PT BSP Bantu Perbaikan Gorong-gorong Penyebab Banjir di Sabah Auh

13 Mei 2026 - 10:41 WIB

Marwah Diri

10 Mei 2026 - 08:56 WIB

Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa

9 Mei 2026 - 16:45 WIB

Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut

9 Mei 2026 - 13:16 WIB

Trending di Pekanbaru