Menu

Mode Gelap
Pengedar dan Sabu 23 Paket Diciduk Polisi Rumah Jadi Sarang Narkoba, Polisi Amankan Sabu 3,35 Gram dan Ganja Satresnarkoba Polres Bengkalis Bekuk Pelajar dan Pemuda Penyalah Guna Narkoba di Kos Perdana BRK Syariah Inisiasi Praktik Manasik Haji, Perkuat Layanan Spiritual Nasabah Kolaborasi PT BSP dan World Cleanup Day Riau Tanam 2.000 Pohon di Kampung Dosan Bupati Siak Ajak FKPMR dan Legislator Riau Kompak Perjuangkan Keadilan Fiskal Daerah

Kuansing

Kisah Uka: Ganti Nama Biar Hoki

badge-check


					Sukardi alias Uka alias Pak Itam. F: Ist Perbesar

Sukardi alias Uka alias Pak Itam. F: Ist

KAMI sahabat karibnya dimasa kecilnya UKA. Sebuah nama yang indah sebenarnya.

Ketika masuk SD 023 Muaro Sentajo namanya dirunah jadi KARYO oleh guru ksmi Ibu Jusniwar yang akrab kami sapa Ibu Ojo. Terlampau pendek guru agama kami ibu Inardi menambah namanya jadi KARYO HATTA.

Nama Hatta dibelakang nama Karyo diberikan Ibu Inardi merupakan kekagumannya akan sosok proklamator Bung Hatta.

Namun bagi Uka nana itu terlalu berat. Ketika kelulusan SD dia merubah namanya jadi SUKARDI. “Apapun nama panjang saya yang penting nama panggilan saya gak berubah: UKA,” ujarnya tersenyum.

Belakangan ini seiring perjalanan waktu Uka akrab disapa PAK ITAM. Nama itu sesuai dengan warna kulitnya yang hitam ranguik atau legam.

“Sekarang panggil saja saya Pak Itam,” tambahnya santai.

Dan nama Pak Itam betul-betul lengket. Saat ini orang mengenal Pak Itam dibandingkan Uka. Nama Pak Itam membawa hoki dalam perjalanan hidupnya.

Itulah Uka – pria humoris kelahiran Desa Muaro Sentajo tahun 1969 ini. Perjalanan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Samsuddin @Sudin Jobua dan Niyam panjang dan berliku.

Orang tuanya Samsuddin meninggal dunia ketika Uka hidup di bangku kelas 4 SD tahun 1981. Di sinilah petualangan hidupnya di mulai. Sambil kerja ia membantu Jirimah di kedainya.

Selain itu Uka ikut mendorong orang Jawa. Istilah mendorong ini cukup familiar bagi anak-anak di Desa Muaro Sentajo untuk mencari tambahan.

Mendorong maksudnya adalah mendorong sepeda orang tua yang berisikan barang melewati jalan bukit Tanah Gontiang di Desa Muaro Sentajo yang dikenal terjal sepanjang 500 meter. Upahnya sekali mendorong antara 50 s.d 100 rupiah persepeda.

Uka pun masih ingat kawan waktu sama mendorong pada 1980-an itu. Yakni: Anto, Adis, Mulis, Ulit, Supar, Eri, Medi, Midis, Ibat, Epen, Imai, dan lainnya. Termasuk saudara kandungnya Nadit dan Anat.

Setamat SD tahun 1983, Uka sempat melanjutkan ke SMP 1 Sentajo. Namun hanya setahun karena faktor ekonomi dia memilih berhenti.

Lalu Uka merantau ke Pekanbaru. Di ibu kota Provinsi Riau itu ia tinggal di rumah milik Tengku Rafian. Tepatnya di Jalan Kandis bersama orang sekampung Muhar dan Eri.

Tempat tinggalnya kata Uka sering diplesetkan orang asrama Bulok alias Bujang Lokal. Sebab, yang tinggal di situ umumnya bujangan yang belum punya rumah sendiri.

Di sinilah petualangan hidup Uka dimulai. Di usia belasan tahun dia sudah menjadi pembantu tukang bangunan.

Lalu tahun 1988 Uka pindah ke Perawang mengikuti kawan seperjuangannya Syafruddin @Isap bin Kamaruddin. Maksud hati ingin merubah nasib tapi nasibnya malahan makin terpuruk.

Awal 1990-an Uka pun pulang kampung. Dia “manggale” atau berdagang barang harian dari pasar ke pasar yang ada di Kuantan Singingi.

“Apa saja saja saya jual, yang penting halal,” ujarnya tersenyum.

2007 Uka pindah haluan. Dia nekad jadi kontraktor. Di sinilah hidupnya pelan tapi pasti mulai berubah. Dia beli kebun seluas 15 hektar yang kini ditanaminya sawit dan sudah panen.

Uka adalah pria bernyali. Pengalaman hidup masa lalu yang getir menjadikannya tahan banting. Dia berhasil melawan kemiskinan dengan kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja cerdas.

… Selamat tinggal penderitaan.
… Selamat tinggal kemiskinan.
…. Selamat tinggal masa lalu yang kelam.

Uka yang kini tinggal di Desa Kampung Desa Medan, Kecamatan Kuantan Hilir, Kuantan Singingi, Riau ini bersama istri dan anak tercintanya.

Semangat bro Uka….

*) Sahabat Jang Itam

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terkilan

12 April 2026 - 08:17 WIB

Penyair dan Makna Puisi di Tengah Zaman Visual

12 April 2026 - 00:13 WIB

Sultan Asam Urat

11 April 2026 - 07:53 WIB

Pemanfaatan Energi Surya dalam Industri Migas: Strategi Dekarbonisasi Berbasis Teknologi dan Implementasi Global

7 April 2026 - 07:42 WIB

Patriot Merbau

5 April 2026 - 09:07 WIB

Trending di Minda