RiauKepri.com, RENGAT- Malam itu, Selasa (8/7/2025), waktu menunjukkan pukul 20.05 WIB, suara teriakan seorang anak kecil membangunkan warga di Simpang Bom RT 001 RW 001, Kelurahan Air Molek I, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu.
Jupandi alias Bujang Ogah (61), seorang sopir, sedang duduk di ruang tengah menonton televisi bersama istrinya. Ketika suara itu terdengar, mereka bergegas keluar. Api sudah membesar, berasal dari bagian belakang rumah milik Musa, tukang bangunan yang tinggal persis di samping mereka.
“Saya lihat api sudah tinggi, langsung saya teriak minta tolong,” ujar Jupandi seperti disampaikan pihak kepolisian.
Dalam hitungan menit, si jago merah merambat ke rumah-rumah di sekitarnya, melalap satu per satu bangunan yang sebagian besar terbuat dari material kayu. Total enam rumah terbakar dalam kejadian tersebut. Beberapa hangus seluruhnya, lainnya hanya menyisakan tembok dan atap yang menghitam.
Rumah milik H. Amiruddin (64), seorang pedagang, ikut terdampak. Meski berdinding tembok, bagian atap rumah ikut terbakar. Rumah H. Hakim (64), juga pedagang, dengan ukuran 10×12 meter, ludes terbakar. Rumah Musa, si pemilik dapur asal api, habis tak bersisa. Begitu juga rumah milik Jupandi, dan rumah Siti Mariam alias Imung, janda almarhum Jon Hendri. Sedangkan rumah Jais (50), pedagang, masih menyisakan sebagian dinding dan atap.
Warga sekitar bergegas membantu, meski dengan alat seadanya. Tak berselang lama, satu unit mobil damkar dari KPBD Kecamatan Pasir Penyu tiba di lokasi, disusul dua unit damkar dan satu tangki dari KPBD Kabupaten Inhu, serta bantuan dari Pertamina EP Lirik, EMP Energi Riau, dan PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP).
Tak kurang dari 15 personel Polsek Pasir Penyu, 4 personel TNI dari Koramil 04/Pasir Penyu, dan 5 anggota Satpol PP kecamatan turut berjibaku di lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30 WIB, hampir empat jam setelah pertama kali muncul.
Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, melalui Kasi Humas Aiptu Misran, membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan penyebab sementara diduga berasal dari korsleting listrik. “Namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).
Meski tak ada korban jiwa, luka yang ditinggalkan cukup dalam. Belum ada taksiran resmi mengenai nilai kerugian, namun bagi para korban, yang hangus bukan hanya rumah, tapi juga kenangan, harta benda, dan tempat berteduh. (RK5)







