Menu

Mode Gelap
Polres Bengkalis Musnahkan Narkotika Jenis Sabu Seberat 8.231,15 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 5.005 Butir Pemerintah dan Masyarakat Pulau Jemaja Sepakati Tata Kelola Panen Buah Kepayang Berkelanjutan Ketua Kelompok Tani Bukit Padi Apresiasi Rehabilitasi Irigasi, Harap Proyek Dilanjutkan hingga Kampung Pasiran LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan ‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau Laos Menuju ASEAN Tahun 2045

Minda

H. Sidik: Orang Kaya Baserah Tempoe Doeloe

badge-check

H. Sidik. F: Dok Perbesar

H. Sidik. F: Dok

DIA memang sudah meninggal dunia. Namun sosoknya hingga kini masih tersohor dan dikenal masyarakat. Khususnya di Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, Kuantan Singingi, Riau.

“Sosok yang tersohor, ughang kayo basogha jomen sesuok. Beliau banamo Dt. H. Siddik (alm).”

Itulah kutipan postingan di laman Facebook “Basogha Punyo,” yang di-share pada 7 Januari 2024.

Sebagai putra Kuantan Singingi saya mencoba menelusuri jejak sejarahnya.
H. MOHD. SIDDIK nama lengkapnya. Akrab disapa Datuk Haji Siddik adalah saudagar kaya pada masa sebelum dan awal Kemerdekaan RI. Induak somang gotah (saudagar karet) yang pertama di Baserah yang punya motor.

Siddik punya gudang asok (asap) atau tempat mengumpul karet dari tukang “takiak” sebelum dijual. Gudang asap berada di belakang kantor Polsek Kuantan Hilir merupakan gudang asap terbesar di Kuantan pada waktu itu.

Di Baserah, Siddik punya peninggalan “rumah tenggi” atau rumah tinggi yang terletak di depan Puskesmas Pasar Usang Baserah. Sampai kini rumah tersebut masih berdiri kokoh kendati warna catnya sudah memudar karena dimakan usia.

Rumah tinggi milik Siddik itu letaknya tak jauh dari rumah kerabatnya Haji Abdul Malik yang juga saudagar kaya. Dulu rumah itu dibangun di atas lahan kebun milik Abdul Malik yang juga orang tua dari Wakil Gubernur Riau (1988-1993), Ir. H. Firdaus Malik.

Rumah Tenggi tersebut dibangun bersamaan dengan pembangunan Mesjid Dagang yang kini bernama Mesjid Raya At Taqwa Baserah. Tukangnya berasal dari Minang.

Hubungan kekerabatan Siddig dengan Abdul Malik sangat kuat. Selain partner dagang, saudara mereka juga banyak yang nikah. Dan hubungan kekerabatan itu masih terjalin sampai ke anak dan cucu mereka.

ISTRI Siddik, Hj. Rahma – orang Beserah yang lahir di Singapura. Dari pernikahan itu anak-anak mereka adalah: Abdul Muis Siddik, Muslim Siddik, Bukhari Siddik, Thamrin Siddik, Rosliani Siddik, Fatmi Siddik, Edison Siddik. Dan Musadek Siddik.

Muslim Siddik anak Siddik ini dimasa tugasnya pernah jadi Ketua di Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan, Bengkalis, Tanjungpinang, Palembang. Bandung. dan Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Medan, Sumatra Utara.

Sementara anaknya yang lain Muslim Siddik pernah menjabat sebagai Ketua PN Tembilahan. Muslim Siddik adalah sahabat Abbas Said yang pernah jadi wakilnya di PN Tembilahan. Abbas Said yang juga orang tua pengacara kondang Farhat Abbas pernah menjabat sebagai Ketua PN Tembilahan.

“Dulu sebelum menjadi pengacara terkenal waktu kuliah di Bandung Farhad Abbas tinggal di rumah Muslim Siddik,” ujar Azwirman salah seorang kerabat dari H. Siddik.

Menurut Azwirman, sewaktu menjabat sebagai Ketua PN Bandung, salah seorang bawahannya adalah Zahrul Rabain asal Kecamatan Kuantan Mudik yang pernah jadi Hakim Agung di Mahkamah Agung RI.

Muslim Siddik dulu Kuliah di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat. Dia seangkatan dengan mantan Wakil Gubernur Riau, Raja Rivaie Rachman. “Pak Rivaie kuliah di Fakultas Ekonomi, Pak Muslim Siddik di Fakultas Hukum,” tambah Azwirman.

Anaknya yang lain, Thamrin Siddik pernah jadi pegawai Dinas PU Riau, Musadek Siddik Pegawai Pajak di Jakarta, Edison Siddik Pegawai BPKP, Bukhari Siddik Direktur BRI. Sedang menantu Siddik, Bakhtiar (suami Rosliani Siddik) pernah jadi Kepala BPKP di beberapa tempat di Indonesia.

SIDDIK sebagaimana halnya saudagar tempo dulu sukses mengantarkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan yang tinggi. Anak-anaknya yang semuanya sudah tiada ikut mewarnai perjalanan bangsa ini.

Salam takzim kita untuk Datuk Haji Siddik. Lika-liku hidupnya patut kita teladani. Keberhasilan anak-anaknya menjadi “orang penting dengan karier yang gemilang” hendaknya menjadi motivasi bagi kita belajar dan bangkit.

#Tak basogha hilang di bumi.
# Basogha Punyo

Penulis naskah: Sahabat Jang Itam

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Laos Menuju ASEAN Tahun 2045

27 Juli 2026 - 13:18 WIB

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

From Nothing Become Everything, Inilah Singapura

24 Juli 2026 - 21:00 WIB

Vietnam dalam Pusaran Konflik di ASEAN

22 Juli 2026 - 12:00 WIB

Trending di Minda