Menu

Otomatis
Breaking News

Nasional

Gendong Anak dan Merangkul Warga, Cara Menteri Lingkungan Hidup Bangun Dialog Damai di TNTN

badge-check

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menggendong anak warga di TNTN. Perbesar

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menggendong anak warga di TNTN.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Terik matahari baru saja mereda selepas Zuhur, Ahad (13/7/2025), ketika baling-baling helikopter Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq “mengundang” debu di lapangan kecil di tengah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan.

Di bawah putaran angin helikopter itu, sekelompok orang, kebanyakan perempuan paruh baya yang membalut kepala dengan kain sarung, berdiri menanti dari kejauhan. Beberapa di antaranya membawa anak. Mereka bukan undangan resmi, tapi suara mereka tak bisa diabaikan.

Kunjungan kerja Menteri Hanif dan Gubernur Riau Abdul Wahid hari itu sejatinya untuk memimpin rapat bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Namun suasana berubah saat warga mendekat, menyampaikan kegelisahan soal rencana penertiban dan wacana relokasi dari kawasan hutan.

Menteri Hanif tidak menghindar. Ia justru menghampiri, menyapa, dan bahkan mengendong seorang anak perempuan. Sesaat kemudian, ia merangkul pundak seorang remaja lelaki dan mendekati seorang inang. Tak canggung, tidak ada jarak birokrasi saat itu. Yang ada hanya ruang untuk dialog dan mendengar.

Rasa dan Data

Taman Nasional Tesso Nilo bukan sekadar bentang hutan tropis yang luas. Di dalamnya hidup satwa langka seperti gajah dan harimau Sumatera, serta ribuan jiwa manusia yang menggantungkan hidup pada kebun-kebun sawit ilegal yang perlahan menggerus kawasan konservasi.

“Gajah dan harimau Sumatera sekarang sudah mengkhawatirkan populasinya. Setiap tahun makin redup. Ini bukan hanya soal hutan, tapi masa depan megafauna Indonesia,” kata Hanif dalam rapat sebelumnya.

Ia menjelaskan, restorasi TNTN dijalankan atas mandat Perpres No. 5 Tahun 2025, di mana dirinya ditunjuk untuk memimpin upaya pemulihan kawasan. Namun Hanif menegaskan bahwa penertiban ini tidak akan berlangsung kaku dan sepihak.

“Data adalah pintu masuk. Kita mulai dengan mendata siapa yang tinggal di sini, siapa yang menggantungkan hidup di sini. Dari situ kita bisa duduk bersama mencari solusi. Tapi yang penting: jangan terprovokasi,” tegasnya.

Tak Ingin Digusur Diam-diam

Kecemasan warga memang nyata. Beberapa khawatir mereka akan kehilangan tempat tinggal dan penghidupan yang sudah puluhan tahun dibangun. Namun banyak pula yang mulai menerima pentingnya konservasi.

“Kami tak mau digusur diam-diam. Tapi kalau memang ada solusi dan kami dilibatkan, kami siap bicara baik-baik,” ucap seorang inang kepada Gubernur Riau Abdul Wahid.

Gubernur Wahid pun menenangkan warga. Ia menyampaikan bahwa pendataan adalah bagian dari pendekatan damai. “Kalau tak mau didata, bagaimana kami bisa buat kebijakan yang adil? Pemerintah ingin menyelamatkan hutan dan juga menjaga kehidupan warga,” ujarnya.

Antara Gajah, Sawit, dan Masa Depan

Tesso Nilo pernah menjadi habitat alami bagi ratusan gajah liar. Namun kini, sebagian besar hutan telah berubah menjadi ladang sawit ilegal. Data satelit memperlihatkan fragmentasi hutan yang kian parah, berdampak langsung pada konflik satwa dan manusia.

Dengan restorasi berbasis data dan pendekatan humanis, pemerintah berharap bisa menciptakan keseimbangan antara konservasi alam dan keadilan sosial.

“Kami tak ingin sekadar menggusur lalu selesai. Kami ingin proses ini berjalan sebagai jalan damai. Kami ingin hutan kembali pulih, gajah bisa hidup, dan masyarakat tetap sejahtera,” kata Menteri Hanif. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pemimpin Nyanyuk

5 Sep 2026 - 07:48 WIB

Pemimpin Nyanyuk

Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana di PWI CHANNEL, Podcast Resmi PWI Pusat Resmi Diluncurkan

4 Sep 2026 - 07:53 WIB

Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana di PWI CHANNEL, Podcast Resmi PWI Pusat Resmi Diluncurkan

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II LAN Aceh Laksanakan Studi Lapangan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan

3 Sep 2026 - 15:07 WIB

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II LAN Aceh Laksanakan Studi Lapangan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan

Bupati Afni Ikut KPPD Lemhannas Angkatan IV, Satu-satunya Kepala Daerah dari Riau

3 Sep 2026 - 10:21 WIB

Bupati Afni Ikut KPPD Lemhannas Angkatan IV, Satu-satunya Kepala Daerah dari Riau

Program BSP Peduli: Salurkan 20 Ribu Masker untuk Masyarakat

3 Sep 2026 - 09:08 WIB

Program BSP Peduli: Salurkan 20 Ribu Masker untuk Masyarakat
Trending di Pekanbaru