RiauKepri.com, SIAK- Tangis kecil di pelukan ibu menghiasi pelaksanaan imunisasi Zero Dose di Aula Gedung Tengku Mahratu, Siak Sri Indrapura, Rabu (16/7/2025). Namun, bagi Henny Sasmita Wahid, Ketua TP PKK Provinsi Riau, setiap suntikan yang diterima anak-anak hari itu adalah bukti cinta pada masa depan generasi Riau.
“Kami bertekad, tahun depan tidak ada lagi anak Zero Dose di Riau,” ucap Henny di hadapan para ibu yang hadir.
Zero Dose, istilah untuk anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar sama sekali, masih menjadi tantangan besar di Riau. Tahun ini, sebanyak 30.140 anak tercatat sebagai Zero Dose, menurut data Kementerian Kesehatan RI. Meski begitu, upaya kolaboratif di lapangan telah menunjukkan hasil: hingga awal Juli 2025, sebanyak 6.885 anak sudah berhasil diimunisasi, menandai penurunan angka sebesar 22,78 persen.
Bagi Henny, angka itu bukan sekadar statistik. Itu adalah ribuan anak yang kini lebih terlindungi, dan ribuan ibu yang bisa tidur sedikit lebih tenang. “Imunisasi itu perlindungan. Saya ajak para ibu muda, jangan ragu. Ini bukan hanya tentang hari ini, ini tentang masa depan anak kita,” ujarnya.
Gerakan Zero Dose bukan hanya agenda pemerintah, tapi menurut Henny adalah “gerakan dari hati.” Bersama kader dasawisma, TP PKK Riau menyisir desa demi desa, memastikan tak ada anak yang terlewat dari pendataan. Edukasi dilakukan dari posyandu ke rumah-rumah warga, agar pemahaman soal pentingnya imunisasi menyebar hingga pelosok.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, turut menyuarakan harapan yang sama. Ia ingin tak ada lagi anak di “Kota Istana” yang tumbuh tanpa perlindungan dasar dari imunisasi. “Anak-anak kita harus sehat dan kuat. Ini investasi masa depan kita,” ungkapnya.
Di tengah acara, seorang ibu muda bernama Ratna tampak memeluk bayinya yang baru saja disuntik. “Awalnya saya takut, tapi setelah dijelaskan petugas dan melihat anak-anak lain juga ikut, saya jadi yakin. Saya gak mau anak saya sakit karena hal yang bisa dicegah,” tuturnya sambil tersenyum lega.
Human interest dari program ini tak hanya tentang penurunan angka, tapi tentang semangat gotong royong, kader desa, tokoh masyarakat, pemerintah, dan ibu-ibu yang bersedia datang ke posyandu, semua bergerak bersama.
“Anak adalah aset bangsa. Imunisasi ini adalah hak mereka. Kita semua punya tanggung jawab untuk memastikan mereka terlindungi,” kata Henny, menutup sambutannya. (RK1)








