Menu

Mode Gelap
Sambut Ramadhan 1447 H, PKK dan Kader Posyandu Isi Tausiyah dan Salurkan Paket Sembako Dua Pria Nekat Garap Hutan Lindung TWA Sungai Dumai Jadi Kebun Sawit Polsek Rangsang Bantu Korban Kebakaran Rumah Hanya Tiga Perusahaan Resmi Tambang Pasir di Bintan, Selain Itu Illegal Jemput Bola ke Pulau-Pulau, Imigrasi Selatpanjang Luncurkan Program Limau 1500 Paket Habis Terjual dalam Pasar Murah AMT di Meranti

Riau

Pedemo Tolak Relokasi dari TNTN Sudah Berdatangan ke Kantor Gubri

badge-check


					Aksi warga tolak relokasi dari TNTN sebelumnya. (net). Perbesar

Aksi warga tolak relokasi dari TNTN sebelumnya. (net).

RiauKepri.com, PEKANBARU- Subuh lagi sejumlah pedemo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP), sudah mulai berdatangan menuju ke titik aksi Kantor Gubernur Riau, Senin (21/7/2025).

Pihak kepolisian dari Polresta Pekanbaru, terutama dari Shabara, juga tak mau kecolongan, mereka sudah berada di lokasi sejak malam hari dan berganti shift pada subuh hari. Terlihat sejumlah anggota kepolisian menunaikan sholat Subuh berjemaah di masjid dalam lingkungan kantor Gubri.

Kondisi di lapangan pada pukul 05.40 WIB, terlihat sejumlah pedemo berkumpul di Pustaka Wilayah (Puswil), menunggu semua terkumpul dan menunggu arahan. Sementara itu pihak kepolisian terlihat berjaga-jaga di kantor gubernur.

Menyusul aksi ini, sejumlah pihak kantor yang berada dekat dengan lokasi aksi demo mengingatkan kepada karyawannya untuk mengalihkan pintu masuk ke kantor, hal ini menghindari kemacetan dan hal-hal buruk lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demonstrasi damai akan berlangsung pada Senin hingga Rabu, 21–23 Juli 2025. Dalam surat pemberitahuan ke pihak berwajib, Koordinator Umum aksi, Wandri Saputra Simbolon, menglaim akan melibatkan sekitar 15.000 peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat terdampak relokasi, khususnya dari Kecamatan Pangkalan Kuras dan Kecamatan Ukui, Pelalawan.

Panglima Utama Laskar Melayu Bersatu (LMB) Nusantara, Datuk Besar Muhammad Uzer, sebelum mengingatkan bahwa sesuai informasi yang dia dapat bahwa pedemo akan menanggalkan kantor gubernur dan kantor Kejati Riau.

“Hal ini tentu tidak dibenarkan. Apalagi di dalam Kantor Gubernur Riau ada Datuk Seri Setia Amanah, dia adalah payung negeri yang harus kami jaga,” ungkapnya.

Datuk Uzer juga meminta aparat keamanan untuk bersiaga agar situasi tidak berkembang menjadi konflik horizontal. “Kami ingatkan, jangan sampai merusak pagar kantor gubernur, sebab ini sudah melampaui batas. Kepada pihak keamanan, tolong jaga ini agar persoalan tidak meluas. Jangan sampai ada amuk Melayu,” ucap Datuk Uzer. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Pria Nekat Garap Hutan Lindung TWA Sungai Dumai Jadi Kebun Sawit

12 Februari 2026 - 16:39 WIB

Milad ke-6, JMSI Inhu Taja HPN 2026 dan Perkuat Sinergi dengan Pemda

12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Siak Masih Terfokus Pada Masa Klasik

12 Februari 2026 - 12:27 WIB

Khawatir Melarikan Diri, Oknum Kades Tarai Bangun Ditahan Polres Kampar

12 Februari 2026 - 12:13 WIB

Enam Hari Berjibaku Karhutla di Desa Damai, Hotspot Riau Terbanyak di Sumatera

12 Februari 2026 - 10:52 WIB

Trending di Bengkalis