Menu

Mode Gelap
PT JFC Stone di Kabil Diduga Ingkari Kewajiban terhadap Pekerja Peringati Hari Kartini, Ruang Asa Project Hadirkan Ruang Kreasi Inklusif bagi Anak-anak Istimewa di Pekanbaru Utusan Presiden Ingatkan Dokter Spesialis Siak: TPP Hanya Tambahan Penghasilan Sidak Urine Mendadak di Lingkungan Kecamatan Bengkalis Dua Orang Positif Amfetamin Seleksi Direktur BSP Tuai Pujian Kementerian, Libatkan 7 Penguji Pertama di Indonesia Paripurna DPRD Riau Ditunda, Polemik Ketidakhadiran Plt Gubernur Picu Perdebatan Tatib

Nasional

APBN 2025 Defisit 2,78% PDB, Pemerintah tetap Optimis Fiskal Kridibel

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

RiauKepri.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan proyeksi terbaru kondisi fiskal nasional kepada Presiden Prabowo Subianto, Selasa (22/7/2025). Ia mengungkapkan APBN 2025 diperkirakan defisit mencapai 2,78% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Outlook dari APBN akan mencapai defisit 2,78 persen dari PDB, karena tekanan baik dari sisi penerimaan maupun belanja negara,” ujar Sri Mulyani dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip media online pada Rabu (23/7/2025).

Laporan ini menjadi bagian dari pembahasan lanjutan mengenai pelaksanaan APBN 2024 dan proyeksi APBN 2025 yang sebelumnya juga telah dibahas bersama DPR RI, khususnya melalui Badan Anggaran.

Dalam pertemuan dengan Presiden, Menkeu menjelaskan dua agenda utama yang menjadi fokus: pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pelaporan dan Pertanggungjawaban APBN 2024, serta evaluasi semesteran pelaksanaan APBN 2025. Keduanya menjadi dasar dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas tata kelola fiskal nasional.

Meski menghadapi tekanan anggaran, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga integritas fiskal. Kementerian Keuangan juga terus menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan mendorong pengelolaan keuangan negara yang efisien serta akuntabel.

Sri Mulyani menyebut, pemerintah menargetkan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas laporan keuangan pemerintah pusat.

Sementara itu, dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Menkeu juga mengungkapkan bahwa APBN 2024 masih menunjukkan kinerja positif dan terjaga. Hingga pertengahan tahun, defisit APBN tercatat sebesar 2,30% dari PDB, masih dalam batas aman sesuai kebijakan fiskal.

Rasio penerimaan negara terhadap PDB tercatat 12,70%, melebihi target awal sebesar 12,27%. Capaian ini mengindikasikan efektivitas kebijakan fiskal yang terus membaik.

“Indeks efektivitas pengawasan penerimaan negara pun berada di atas target. Ini menunjukkan tata kelola fiskal kita semakin akuntabel dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat,” ujar Sri Mulyani.

Meski menghadapi tantangan, pemerintah tetap mengedepankan kebijakan yang kredibel untuk memastikan keberlanjutan fiskal jangka panjang. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan pasar terhadap fondasi ekonomi Indonesia.

Dengan pendekatan kehati-hatian dan disiplin anggaran, Sri Mulyani memastikan bahwa APBN tetap menjadi instrumen utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, melindungi masyarakat, serta mendorong transformasi struktural nasional. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polri Ungkap 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi dalam 13 Hari

21 April 2026 - 12:59 WIB

Sekjen PWI Zulmansyah Wafat, Pers Nasional Kehilangan Sosok Pemersatu

18 April 2026 - 12:03 WIB

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

16 April 2026 - 16:22 WIB

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

15 April 2026 - 13:05 WIB

WFH Berlaku Tiap Jumat, Imigrasi Pastikan Layanan Publik Tetap Jalan Tanpa Gangguan

10 April 2026 - 13:23 WIB

Trending di Nasional