RiauKepri.com, ROHUL– Pagi ini, Rabu (23/7/2025), langit di atas Rokan Hulu tampak berkabut, bukan diselimuti embun tapi jerebu atau asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pemerintah setempat tidak hanya membagikan ribuan masker gratis kepada warga namum terpaksa meliburkan sekolah mulai dari PAUD hingga SMP.
Keputusan aktivitas belajar-mengajar dihentikan selama dua hari ini diambil demi menjaga kesehatan anak-anak.
“Kita liburkan aktivitas belajar mengajar mulai dari PAUD, SD, dan SMP. Ini untuk keselamatan anak-anak, karena kabut asap sudah cukup parah,” ujar Wakil Bupati Syafaruddin Poti.
Langkah ini menyusul pantauan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, sehari sebelumnya. Usai meninjau lokasi dari udara dengan helikopter, Hanif mengungkapkan betapa sulitnya proses pemadaman. Titik-titik api banyak ditemukan di puncak Bukit Barisan, medan yang sulit dijangkau petugas darat.
“Kualitas udara di Rohul sudah tidak sehat. Meski kategori sedang, secara kasat mata, kondisinya cukup parah. Pemakaian masker sudah kita anjurkan,” kata Hanif saat tiba di Bandara Pekanbaru.
Kabut asap ini bukan kiriman dari wilayah lain. Asap ini lahir dari kebakaran hutan yang terjadi di Rokan Hulu sendiri. Ironis dan menyedihkan. Di tengah upaya pemadaman yang berat, anak-anak kini harus belajar dari rumah, jika pun bisa, di tengah udara yang sesak.
Sementara itu, para orangtua hanya bisa berharap, langit kembali biru dan tawa anak-anak bisa segera terdengar lagi di sekolah. Tapi untuk saat ini, keselamatan adalah yang utama. (RK1)
Editor: Dana Asmara







