RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Ratusan anggota Pramuka dari berbagai daerah berkumpul di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) untuk mengikuti Maritime Scout Competition IV, ajang tahunan yang memadukan keterampilan kepramukaan dengan karakter kemaritiman.
Acara puncak yang berlangsung di halaman eks-Gedung Rektorat UMRAH, Dompak, Jumat (8/8), resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Provinsi Kepulauan Riau, Sardison. Kompetisi ini diikuti 230 peserta penggalang dan 100 peserta penegak dari Kepulauan Riau, ditambah peserta online dari berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, yang hadir dalam pembukaan, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana membangun kesadaran maritim di kalangan generasi muda.
“Kompetisi ini bukan hanya soal juara, tetapi ruang belajar untuk membentuk karakter tangguh, mandiri, dan mencintai budaya maritim,” ujarnya.
Menurutnya, Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi besar di bidang kelautan, perikanan, pariwisata bahari, dan transportasi laut. Karena itu, ia berharap Pramuka Maritim menjadi pelopor inovasi dan penjaga nilai kebangsaan di wilayah pesisir dan perbatasan.
Dengan tema “Pramuka Maritim Nusantara: Sinergi Ilmu dan Budaya di Bumi Melayu”, kegiatan ini berlangsung secara hybrid — daring pada 19–27 Juli 2025 dan luring pada 7–10 Agustus 2025. Selain perlombaan, peserta juga terlibat dalam kegiatan edukatif yang menanamkan nilai solidaritas, kepemimpinan, dan kepedulian lingkungan laut.
Melalui laut, para peserta dipersatukan; melalui kegiatan ini, semangat kebhinekaan dan jati diri bangsa maritim semakin diperkuat. (RK9)







