RiauKepri.com, PEKANBARU- Di balik gegap gempita perayaan HUT ke-68 Provinsi Riau dan HUT ke-80 Republik Indonesia, ada semangat yang tak kalah hangat dari sorak sorai upacara kenegaraan, tawa para ibu yang berkumpul di area belakang Balai Serindit, Sabtu (16/8/2025). Di sinilah, para perempuan hebat Riau, anggota TP PKK, Dharma Wanita, Dekranasda, TP Posyandu, hingga Pokja PAUD, beradu semangat dan tawa lewat berbagai lomba rakyat yang penuh makna.
Dari tarik tambang yang membuat semangat berkobar, hingga lomba rebut gelas yang mengundang gelak tawa, suasana meriah membalut seluruh peserta. Tak ada jabatan atau status yang menjadi sekat, semuanya lebur dalam keringat dan kebersamaan.
Ketua TP PKK Riau, Henny Sasmita Wahid, bahkan sempat terharu saat mengingat perjuangan para ibu yang rela berlatih di tengah teriknya panas demi menyukseskan kegiatan ini.
“Saya lihat kemarin saat gladi panas-panasan untuk mempersiapkan acara kita hari ini, sungguh saya tak expect akan semeriah ini. Ibu-ibu menunjukkan semangat yang luar biasa,” kata Henny, tersenyum bangga.
Namun lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini punya makna yang lebih dalam. Menurut Henny, ini adalah bentuk cinta tanah air yang sederhana, tapi tulus. Sebuah cara untuk mengenang perjuangan para pahlawan melalui tawa dan kebersamaan, bukan hanya dengan protokol formal.
“Mari kita maknai kemerdekaan sebagai rasa cinta dan wujud syukur kepada Allah. Hari ini kita berkumpul untuk mensyukuri nikmat dari kemerdekaan negara kita,” ujarnya.
Kehangatan acara ini juga dirasakan oleh Adrias Hariyanto, Ketua I TP PKK Riau, yang melihat semangat ini sebagai kekuatan nyata perempuan dalam mendukung pembangunan.
“Dengan kolaborasi ini, saya harap organisasi wanita di Riau semakin solid dan mampu memberi energi positif untuk mendukung program pemerintah,” katanya. (RK5)








