RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Dinas Kesehatan Dalduk dan KB Kota Tanjungpinang mendorong sekolah menengah menjadi garda depan edukasi kependudukan melalui program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Kepala Dinas Kesehatan Dalduk dan KB Tanjungpinang, Rustam, menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam Pertemuan Penguatan Komitmen Stakeholder yang digelar BKKBN Perwakilan Kepulauan Riau di Aula Puskesmas Batu 10, Kamis (28/8/2025).
“Sekolah adalah tempat strategis menanamkan kesadaran kependudukan sejak dini, mulai dari isu kesehatan reproduksi, pernikahan usia anak, hingga pencegahan stunting,” ujar Rustam.
Program SSK diikuti 60 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMP serta SMA yang dinilai berpotensi mengembangkan kurikulum berbasis kependudukan. Melalui program ini, siswa dibekali wawasan mengenai pembangunan keluarga, kependudukan, dan perencanaan berkeluarga yang sehat.
Rustam menekankan, pemahaman kependudukan penting untuk melahirkan generasi muda produktif yang siap menghadapi bonus demografi. Ia mencontohkan, data UNICEF 2022 menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 dunia dan ke-2 di ASEAN dalam kasus pernikahan dini, sebuah kondisi yang berisiko menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Dari sekolah, kita bisa membangun generasi yang sadar pentingnya perencanaan keluarga, pola hidup sehat, dan tangguh menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Ajakan ini disambut positif para kepala sekolah yang berharap adanya pendampingan teknis. Menjawab hal itu, Rustam memastikan pihaknya akan menugaskan penyuluh keluarga berencana di setiap wilayah sekolah.
Pertemuan ini juga dihadiri Sekretaris Perwakilan BKKBN Kepri Siti Jamilah, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Supardi, Kepala Bidang Dalduk KB DPPPA Kepri Selly, serta Ketua Tim Kerja Kependudukan BKKBN Kepri Emma. (RK9)







