RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau merilis perkembangan pariwisata di wilayah ini untuk periode Juli 2025. Data terbaru menunjukkan adanya dinamika berbeda antara kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus).
Kepala BPS Kepri, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, S.Kom., M.T., menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisman ke Kepulauan Riau selama Juli 2025 tercatat sebanyak 158.043 kunjungan. Angka ini turun 26,74 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Meski mengalami penurunan secara bulanan, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2025 justru meningkat cukup signifikan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BPS mencatat kenaikan sebesar 25,02 persen dibandingkan Juli 2024.
Penurunan kunjungan wisman secara bulanan ini dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari pola musiman perjalanan hingga kondisi global yang memengaruhi mobilitas wisatawan. Namun, tren tahunan tetap menunjukkan pemulihan sektor pariwisata internasional.
Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nusantara terus menunjukkan tren positif. Pada Juli 2025, wisnus tercatat melakukan 401,83 ribu perjalanan ke Kepulauan Riau atau naik 5,45 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Jika dihitung secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus pada periode Januari hingga Juli 2025 mencapai 2,5 juta perjalanan. Angka tersebut naik 26,99 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang hanya mencapai 1,96 juta perjalanan.
“Data ini menunjukkan bahwa pariwisata domestik menjadi penopang utama pergerakan wisata di Kepulauan Riau pada 2025,” jelas Margaretha. Ia menambahkan, peningkatan kunjungan wisnus memberi dampak positif bagi pelaku usaha lokal.
Selain kunjungan wisatawan, BPS juga mencatat perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang. Pada Juli 2025, TPK hotel bintang di Kepulauan Riau rata-rata mencapai 49,50 persen. Angka ini turun 0,51 poin dibandingkan dengan Juni 2025 yang tercatat sebesar 50,01 persen.
Meskipun terjadi penurunan, tingkat keterisian hotel bintang masih relatif stabil di tengah fluktuasi jumlah wisatawan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor akomodasi tetap mampu menjaga okupansi mendekati 50 persen.
Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang juga mengalami peningkatan. Pada Juli 2025, rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik mencapai 1,88 malam. Angka tersebut naik 0,06 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut BPS, kenaikan rata-rata lama menginap menjadi sinyal positif bagi sektor perhotelan. Semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar potensi belanja mereka terhadap layanan lokal seperti kuliner, transportasi, hingga rekreasi.
Margaretha menegaskan bahwa sinergi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata, khususnya dalam mendorong lebih banyak kunjungan wisnus.
Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi atraksi wisata agar Kepulauan Riau tidak hanya mengandalkan kunjungan jangka pendek. “Kita perlu menciptakan paket wisata yang menarik sehingga tamu betah tinggal lebih lama,” ujarnya.
Secara keseluruhan, data BPS menggambarkan bahwa sektor pariwisata Kepulauan Riau masih dalam proses pemulihan pascapandemi. Wisatawan mancanegara mulai kembali hadir, sementara wisatawan nusantara menjadi motor penggerak utama.
Dengan tren positif pada kunjungan wisnus dan stabilnya okupansi hotel, Kepulauan Riau diyakini masih memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah sepanjang 2025. (RK9)







