Menu

Mode Gelap
Afni Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan SNT 2026 di Siak Pengembangan Kasus, Polsek Pinggir Ringkus Pelaku Narkotika di Pematang Pudu, 7 Paket Sabu Disita Transaksi Sabu Digagalkan, Polisi Amankan V.A di Jalur Lintas Pekanbaru–Pinggir Langkah Terakhir Menuju Pucuk BSP di Tangan Bupati Siak Kisruh Larangan Pengiriman Ikan di MV VOC Batavia, Kapolsek Jemaja Imbau Hentikan Ego Sektoral, Minta Semua Pihak Duduk Bersama Sosialisasi KUHP Baru, BSP Zapin Perkuat Mitigasi Risiko Korporasi

Tanjungpinang

Kompetisi Voli di Tanjungpinang Dikecam Terlalu Singkat dan Eksklusif

badge-check


					Kompetisi Voli di Tanjungpinang Dikecam Terlalu Singkat dan Eksklusif Perbesar

RiauKepri.con, TANJUNGPINANG – Upaya pembinaan atlet bola voli di Kota Tanjungpinang dinilai masih jauh dari harapan. Hal ini disampaikan oleh salah seorang pecinta olahraga voli, Hendra, yang mengaku kecewa dengan penyelenggaraan turnamen voli antar tim yang digelar Pemerintah Daerah.

Menurut Hendra, turnamen yang berlangsung pada 20–23 September 2025 tersebut dinilai terlalu singkat dan hanya melibatkan empat tim peserta. Padahal, Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau memiliki banyak klub dan komunitas voli yang seharusnya mendapat ruang lebih luas untuk berkompetisi.

“Bagaimana mau majunya voli di Tanjungpinang kalau kegiatan seperti ini sangat terbatas? Kuota peserta cuma empat tim, sementara banyak klub di kota ini yang siap ikut kalau diberi kesempatan,” ujar Hendra saat ditemui di Tanjungpinang, Selasa (10/9/2025).

Ia menilai, turnamen dengan durasi singkat dan peserta terbatas tidak cukup untuk menjadi wadah pembinaan atlet. Sebaliknya, hal ini justru membuat para pemain muda kehilangan peluang untuk mengasah kemampuan mereka dalam kompetisi resmi.

Selain itu, Hendra juga menekankan pentingnya konsistensi penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan. Menurutnya, tanpa adanya turnamen rutin dan terbuka, sulit bagi atlet voli Tanjungpinang untuk bersaing di level provinsi bahkan nasional.

“Kalau cuma ajang seremonial sesaat, pembinaan atlet tidak akan berjalan. Harus ada kalender kompetisi yang jelas dan memberi ruang bagi semua tim untuk bertanding,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah daerah bersama organisasi olahraga terkait dapat mengevaluasi penyelenggaraan turnamen ke depan. Dengan begitu, pembinaan atlet voli di Tanjungpinang bisa lebih terarah dan memberikan kontribusi bagi perkembangan olahraga di Kepulauan Riau. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SDN 006 Tanjungpinang Timur Kangkangi Juknis O2SN, Hak Atlet “Dikebiri”

5 Mei 2026 - 10:49 WIB

Penari Belia sampai Lansia Ikut Menari Satu Jam Tanpa Henti

30 April 2026 - 06:33 WIB

Misni Resmi Jadi Sekda, Tonggak Baru Kepemimpinan Perempuan di Kepri

28 April 2026 - 07:53 WIB

Gubernur Ansar Lantik Misni sebagai Sekda Definitif Kepri, Perempuan Pertama Pegang Tongkat Komando Birokrasi

27 April 2026 - 13:08 WIB

Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat

26 April 2026 - 16:31 WIB

Trending di Tanjungpinang