RiauKepri.con, TANJUNGPINANG – Upaya pembinaan atlet bola voli di Kota Tanjungpinang dinilai masih jauh dari harapan. Hal ini disampaikan oleh salah seorang pecinta olahraga voli, Hendra, yang mengaku kecewa dengan penyelenggaraan turnamen voli antar tim yang digelar Pemerintah Daerah.
Menurut Hendra, turnamen yang berlangsung pada 20–23 September 2025 tersebut dinilai terlalu singkat dan hanya melibatkan empat tim peserta. Padahal, Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau memiliki banyak klub dan komunitas voli yang seharusnya mendapat ruang lebih luas untuk berkompetisi.
“Bagaimana mau majunya voli di Tanjungpinang kalau kegiatan seperti ini sangat terbatas? Kuota peserta cuma empat tim, sementara banyak klub di kota ini yang siap ikut kalau diberi kesempatan,” ujar Hendra saat ditemui di Tanjungpinang, Selasa (10/9/2025).
Ia menilai, turnamen dengan durasi singkat dan peserta terbatas tidak cukup untuk menjadi wadah pembinaan atlet. Sebaliknya, hal ini justru membuat para pemain muda kehilangan peluang untuk mengasah kemampuan mereka dalam kompetisi resmi.
Selain itu, Hendra juga menekankan pentingnya konsistensi penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan. Menurutnya, tanpa adanya turnamen rutin dan terbuka, sulit bagi atlet voli Tanjungpinang untuk bersaing di level provinsi bahkan nasional.
“Kalau cuma ajang seremonial sesaat, pembinaan atlet tidak akan berjalan. Harus ada kalender kompetisi yang jelas dan memberi ruang bagi semua tim untuk bertanding,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama organisasi olahraga terkait dapat mengevaluasi penyelenggaraan turnamen ke depan. Dengan begitu, pembinaan atlet voli di Tanjungpinang bisa lebih terarah dan memberikan kontribusi bagi perkembangan olahraga di Kepulauan Riau. (RK9)







