Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Senin, 27 April 2026: Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Kronologis, Motif, dan Pelaku Penembakan Gedung Putih Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat Ruang Asa Project Hadirkan Topi Harapan, Bangkitkan Semangat Anak YKAKI Riau Plt Dirut BRK Syariah Dampingi Plt Gubri Lepas JCH Riau di Batam Penggerebekan Sabu 13 Gram di Jalan Joyo Talang Muandau, Dua Pelaku Positif Amfetamin Diamankan

Tanjungpinang

Semarak Museum di Hatiku 2025, Gen Z Tanjungpinang Sulap Sejarah Jadi Karya Kreatif

badge-check


					Foto bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, pada kegiatan Semarak Museum di Hatiku 2025 di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. F: Ist Perbesar

Foto bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, pada kegiatan Semarak Museum di Hatiku 2025 di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Museum kini tak lagi dipandang sebagai ruang sunyi yang hanya menyimpan benda-benda lama. Hal itu terlihat dalam gelaran Semarak Museum di Hatiku 2025 yang berlangsung di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Tanjungpinang. Ratusan karya generasi muda menjadikan museum sebagai ruang ekspresi kreatif sekaligus sarana edukasi sejarah.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengaku bangga melihat antusiasme para peserta, khususnya anak-anak dan remaja. Menurutnya, museum berhasil bertransformasi menjadi ruang interaktif yang dekat dengan kehidupan generasi digital.

“Ratusan karya anak-anak ditampilkan sangat bagus. Ada koleksi museum yang dilukis di baju hasil napak tilas, juga poster kreatif yang memadukan tradisional dengan teknologi. Ini bukti museum bisa hadir sebagai ruang kreasi, bukan sekadar menyimpan masa lalu,” ujar Ariza saat menutup acara, Jumat (19/9).

Ariza juga menekankan pentingnya kegiatan ini untuk menanamkan kecintaan terhadap sejarah Melayu pada generasi muda. “Saya berharap kegiatan seperti ini bisa berulang tiap tahun dengan skala lebih besar. Warisan sejarah perlu menjadi pedoman bagi Gen Z agar budaya Melayu tetap hidup,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menuturkan kegiatan yang berlangsung pada 10, 16, dan 17 September itu diikuti 239 peserta dari 400 pendaftar. Ada tiga kategori lomba, yakni desain poster daring, jelajah museum tingkat SD/MI, serta lomba melukis di atas kaos untuk siswa SMP hingga SMA.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar dengan dukungan banyak pihak. Penilaian pun objektif dilakukan juri profesional dari desainer, seniman, hingga pelaku industri kreatif,” ujar Nazri.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan peran museum sebagai pusat edukasi sekaligus pelestarian budaya. “Kami ingin Gen Z lebih dekat dengan sejarah lokal, menjadikan budaya Melayu sebagai inspirasi, dan pada saat yang sama melahirkan kreativitas baru,” jelasnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepri, serta dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua GOW Kota Tanjungpinang Handayani, perwakilan BPK Wilayah IV, Kantor Bahasa Kepri, dan para kepala sekolah. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat

26 April 2026 - 16:31 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

24 April 2026 - 13:36 WIB

Eks DPRD Tanjungpinang Minta Perlindungan Usai Diancam

23 April 2026 - 17:27 WIB

Ansar Ahmad Bahas Kawasan Bebas Bintan–Karimun di Metro TV

23 April 2026 - 14:19 WIB

Ancaman Pembunuhan Dilaporkan, Polisi Diminta Bertindak Cepat

22 April 2026 - 14:56 WIB

Trending di Tanjungpinang