Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Tanjungpinang

Semarak Museum di Hatiku 2025, Gen Z Tanjungpinang Sulap Sejarah Jadi Karya Kreatif

badge-check

Foto bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, pada kegiatan Semarak Museum di Hatiku 2025 di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. F: Ist Perbesar

Foto bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, pada kegiatan Semarak Museum di Hatiku 2025 di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Museum kini tak lagi dipandang sebagai ruang sunyi yang hanya menyimpan benda-benda lama. Hal itu terlihat dalam gelaran Semarak Museum di Hatiku 2025 yang berlangsung di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Tanjungpinang. Ratusan karya generasi muda menjadikan museum sebagai ruang ekspresi kreatif sekaligus sarana edukasi sejarah.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengaku bangga melihat antusiasme para peserta, khususnya anak-anak dan remaja. Menurutnya, museum berhasil bertransformasi menjadi ruang interaktif yang dekat dengan kehidupan generasi digital.

“Ratusan karya anak-anak ditampilkan sangat bagus. Ada koleksi museum yang dilukis di baju hasil napak tilas, juga poster kreatif yang memadukan tradisional dengan teknologi. Ini bukti museum bisa hadir sebagai ruang kreasi, bukan sekadar menyimpan masa lalu,” ujar Ariza saat menutup acara, Jumat (19/9).

Ariza juga menekankan pentingnya kegiatan ini untuk menanamkan kecintaan terhadap sejarah Melayu pada generasi muda. “Saya berharap kegiatan seperti ini bisa berulang tiap tahun dengan skala lebih besar. Warisan sejarah perlu menjadi pedoman bagi Gen Z agar budaya Melayu tetap hidup,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menuturkan kegiatan yang berlangsung pada 10, 16, dan 17 September itu diikuti 239 peserta dari 400 pendaftar. Ada tiga kategori lomba, yakni desain poster daring, jelajah museum tingkat SD/MI, serta lomba melukis di atas kaos untuk siswa SMP hingga SMA.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar dengan dukungan banyak pihak. Penilaian pun objektif dilakukan juri profesional dari desainer, seniman, hingga pelaku industri kreatif,” ujar Nazri.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan peran museum sebagai pusat edukasi sekaligus pelestarian budaya. “Kami ingin Gen Z lebih dekat dengan sejarah lokal, menjadikan budaya Melayu sebagai inspirasi, dan pada saat yang sama melahirkan kreativitas baru,” jelasnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepri, serta dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua GOW Kota Tanjungpinang Handayani, perwakilan BPK Wilayah IV, Kantor Bahasa Kepri, dan para kepala sekolah. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani Segera Terbitkan Buku Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an

30 Okt 2026 - 13:00 WIB

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani Segera Terbitkan Buku Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an

Kadis Kebudayaan Kepri Tutup RAH Fest 2026, Joget Lambak Meriahkan Gedung Daerah

30 Okt 2026 - 10:28 WIB

Kadis Kebudayaan Kepri Tutup RAH Fest 2026, Joget Lambak Meriahkan Gedung Daerah

Jumhari Dorong Penyelamatan Tradisi Lisan Kepri Sebelum Terlambat

30 Okt 2026 - 10:07 WIB

Jumhari Dorong Penyelamatan Tradisi Lisan Kepri Sebelum Terlambat

Empat Pembicara Bedah Pemikiran Raja Ali Haji di UMRAH

29 Okt 2026 - 20:07 WIB

Empat Pembicara Bedah Pemikiran Raja Ali Haji di UMRAH

 BPK Kepri Gelar Workshop, Perkuat Pelestarian Tradisi Lisan

29 Okt 2026 - 12:40 WIB

 BPK Kepri Gelar Workshop, Perkuat Pelestarian Tradisi Lisan
Trending di Tanjungpinang