Menu

Mode Gelap
Jalan Rusak Parah, Warga Kesal: ‘Kemarin Jembatan, Sekarang Jalan Lagi Dirusak PLN’ Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 25 April 2026: Batam–Tanjungpinang Berawan, Natuna dan Anambas Berpotensi Hujan Program JALUR Polda Riau Sasar Suku Talang Mamak di Pedalaman Inhu, Bagikan Sembako, alat tulis anak-anak hingga Layanan Kesehatan Gratis 477 Personel Polda Kepri Dimutasi, Rotasi Jabatan untuk Penyegaran dan Peningkatan Kinerja Jaga Marwah Organisasi, PWI Kepri Minta DK Evaluasi Legalitas Anggota di Wadah KJK Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

Minda

Puisi-puisi megat.k.t: Tentangmu (Sialnya)  

badge-check


					megat.k.t Perbesar

megat.k.t

Tentangmu (Sialnya)

Kita adalah pecahan kaca
yang dilempar dari jendela sejarah
jatuh di lantai tanpa sempat dipungut

Aku melihat wajahku di pecahanmu
retak, menyala
seakan cermin hanya tahu cara mengingat luka

Suatu ketika
aku pun berharap
Serpihan ini berhenti
melukai tangan yang mencoba
menggenggamnya

Pekanbaru 2019-2025

Tulip

Mungkin, kita hanya kesalahan ketik
yang dibiarkan begitu saja
tapi anehnya
kesalahan itu terlihat paling jujur

Pekanbaru 2019-2025

Retakan Senyum

Senyumanmu
bukan hanya garis melengkung di tepian bibir
tapi retakan kecil di hati yang membeku

Aku menatapnya
seperti menatap peta yang tak pernah usai
ada jalan buntu, ada lorong gelap
ada tikungan yang hanya berujung pada diriku sendiri

Barangkali, cinta selalu berwajah ganda
ia memberi hangat
tetapi juga menusuk ke tulang paling dalam
Seperti senyumanmu yang membebaskan
sekaligus mengurung dalam sel yang tumbuh dari keheningan

Kau tak pernah tahu
dari retakan kecil itu tumbuh sebuah jurang
yang memisahkan aku dari diriku sendiri

Pekanbaru 2019-2025

Mencintaimu Seperti Maut

Aku mencintaimu bukan karena aku ingin memilikimu
tapi karena aku takut tanpa dirimu
aku hanyalah kesunyian
yang tak pernah bisa kutertawakan

Mungkin, setiap cinta sebenarnya hanya kontrak rahasia
antara harapan dan ketakutan
aku memberimu senyum
dengan syarat jangan pergi terlalu cepat

Pekanbaru 2019-2025

Sepatah Perih II

Di ceruk sunyi aku mengutuk
menimbang gunung di atas timbangan
sementara langit meneteskan abu
ke dalam gelas kosong di tanganku

Hatiku terus mencari wajahMu, di balik jubah malam yang lusuh
namun ia menjelma kabut
menghilang sebelum sempat kugenggam

Dalam ribuan sujudku
yang datang hanyalah rindu
seperti perahu kertas
yang hanyut di sungai tak bertuan
lalu, ditelan diam yang lebih purba dari doa

Pekanbaru 2025

30 Nanti

Kursi di ruang tamu menatapku lebih lama
daripada orang-orang yang pernah kucintai
Di atasnya bayangan duduk, menimbang hidupku seperti hakim yang mabuk

Aku ingin keluar
tapi pintu hanya membuka ke pintu lain
dan di ujungnya ada aku juga
menunggu dengan wajah yang lebih tua

Pekanbaru 2025

Sebiru Mungkin

Pada sebuah petang yang jauh
kau belah dadaku lalu memakan jantungku
begitupun aku padamu
Kemudian seperti eloknya hari perayaan
kita berdua bercakap-cakap sampai di haribahan tuhan pula

Kini kutempatkan diri pada nafas separuh mengucap, tentang jejak memudar dan jabat tangan sebentar

Lantas, mengapa kepergian selalu meninggalkan jejak ?
Sedang daun-daun tetap berguguran dan terurai
Gedung-gedung tua di kotamu selalu dipugar ulang
Begitupun kota kembang tak sepenuhnya bimbang

Akhirnya akan tiba pada suatu ketika
Pada hari yang telah kita duga
Sebagai pertanda dirimu telah menjelma dalam buku-buku yang belum selesai dibaca

Pekanbaru – Bandung 2023-2024

Di Bawah Teduh Matamu
(September gelap 2025)

Barangkali, kita tak mesti percaya pada pertemuan

Aku mencarimu pada seorang pemuda yang dilindas oleh keberingasan
demi sepenggal harapan
Kemudian kuraba jariku
hanya mampu, bertahan pada sepuluh hari tersisa

Kau tetap sembunyi di balik bayangan gergasi besar leviathan

Di bawah teduh matamu
Kami cemas, gemetar, dan putus asa

Segelas Kopi, Hati yang Tenang

Bahagia
tidak lebih dari segelas kopi
yang perlahan dingin
di atas meja kayu tua

Asap rokok tipis
melayang seperti ingatan
yang ingin pergi
namun selalu kembali
mengetuk batin

Di luar
waktu berlari seperti kuda liar
orang-orang mengejar sesuatu
yang bahkan tak sempat mereka namai
Kebahagiaan menjadi iklan
Sekilas menyala, lalu kian menyerpih

Pekanbaru 2025

megat.k.t adalah penyair muda Riau

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tradisi Menulis Buku : Sempena Hari Buku Se Dunia

23 April 2026 - 17:12 WIB

DPP PKB Uji Langsung Kandidat Ketua DPC Pelalawan, Tiga Nama Lolos Tahap Penentu

23 April 2026 - 16:31 WIB

Dipimpin Tommy Kurniawan, Muscab PKB Pelalawan Tegaskan Arah Kepemimpinan ke Depan  

23 April 2026 - 16:19 WIB

Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas

23 April 2026 - 09:09 WIB

Mahasiswa FIB Unilak Ikuti Latihan Zapin Siak Bersama Pemuda Sungai Mempura

23 April 2026 - 06:28 WIB

Trending di Riau