Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Senin, 27 April 2026: Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Kronologis, Motif, dan Pelaku Penembakan Gedung Putih Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat Ruang Asa Project Hadirkan Topi Harapan, Bangkitkan Semangat Anak YKAKI Riau Plt Dirut BRK Syariah Dampingi Plt Gubri Lepas JCH Riau di Batam Penggerebekan Sabu 13 Gram di Jalan Joyo Talang Muandau, Dua Pelaku Positif Amfetamin Diamankan

Tanjungpinang

UMKM Kepri Tancap Gas di Dunia Digital: Dari Pasar Lokal ke Panggung Global

badge-check


					Riki Rionaldi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri saat memberikan sambutan. F: Ist Perbesar

Riki Rionaldi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri saat memberikan sambutan. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Upaya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam mempercepat transformasi digital para pelaku usaha kini mulai menunjukkan hasil nyata. Ratusan UMKM di berbagai kabupaten dan kota telah sukses menjual produknya melalui platform daring, menembus pasar nasional, bahkan menarik minat pembeli dari luar negeri.

Transformasi ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Kepri di era digital. Melalui program pelatihan, pendampingan, hingga kolaborasi lintas sektor, digitalisasi usaha menjadi gerakan bersama yang mengubah wajah ekonomi daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan bahwa arah kebijakan ini didorong oleh kebutuhan untuk beradaptasi dengan pola konsumsi masyarakat modern yang semakin bergantung pada teknologi. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak agar pelaku usaha tidak tertinggal.

“Kita ingin UMKM Kepri tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu melompat lebih jauh. Digitalisasi adalah kunci membuka peluang baru dan memperluas akses pasar,” ujar Riki.

Selama dua tahun terakhir, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri telah menggelar berbagai pelatihan tematik, mulai dari e-commerce, pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan berbasis aplikasi. Setiap peserta dibimbing agar memahami strategi penjualan online, pembuatan konten promosi, serta cara berinteraksi dengan pelanggan digital.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah kerja sama dengan sejumlah marketplace nasional untuk menghadirkan etalase khusus produk Kepri. Produk-produk seperti kerajinan Melayu, kuliner berbasis hasil laut, dan fesyen lokal kini dapat diakses dengan mudah oleh konsumen dari berbagai wilayah Indonesia.

Selain fokus pada pemasaran, Dinas Koperasi dan UMKM juga menekankan pentingnya sertifikasi dan legalitas usaha. Melalui program pendampingan izin edar, sertifikasi halal, serta pendaftaran merek dagang, pelaku UMKM Kepri kini lebih percaya diri dalam bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami tidak ingin UMKM hanya aktif secara digital, tapi juga punya produk yang layak ekspor dan diakui kualitasnya,” tambah Riki.

Untuk memperkuat fondasi bisnis para pelaku usaha, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri juga menjalin sinergi dengan perbankan dan perusahaan logistik. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat akses pembiayaan, memperlancar pengiriman produk, dan menurunkan biaya distribusi.

Pemerintah daerah menyadari, digitalisasi tidak akan optimal tanpa dukungan ekosistem yang kuat. Oleh karena itu, upaya memperkuat jejaring pelaku usaha dilakukan melalui forum kolaboratif yang mempertemukan UMKM dengan investor, akademisi, dan pelaku industri kreatif.

Transformasi ini menandai babak baru bagi UMKM Kepri. Dari yang awalnya hanya beroperasi di pasar tradisional, kini mereka mulai merambah dunia maya dengan semangat baru—menjadikan kreativitas dan inovasi sebagai bahan bakar utama untuk tumbuh.

Beberapa pelaku UMKM bahkan telah menerima pesanan dari luar negeri, terutama produk kuliner dan cendera mata khas daerah. Fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa daya saing produk Kepri kian diakui di level global.

Pemerintah daerah menargetkan, dalam dua tahun ke depan, lebih dari 70 persen UMKM di Kepri sudah mengadopsi sistem penjualan berbasis digital. Target ini diharapkan mendorong peningkatan kontribusi sektor UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Riki juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan “Gerakan UMKM Go Global”, yang fokus pada ekspor produk unggulan melalui kemitraan dengan pelaku logistik internasional dan badan promosi perdagangan.

“Kami yakin, dengan semangat inovasi dan sinergi lintas sektor, UMKM Kepri bisa menjadi ikon baru kebangkitan ekonomi daerah,” tutupnya.

Transformasi digital bukan hanya memperluas pasar, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda Kepri untuk ikut berwirausaha. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, UMKM Kepri kini melangkah mantap menuju panggung global—membawa nama daerah dan semangat wirausaha yang adaptif di tengah perubahan zaman. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat

26 April 2026 - 16:31 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

24 April 2026 - 13:36 WIB

Eks DPRD Tanjungpinang Minta Perlindungan Usai Diancam

23 April 2026 - 17:27 WIB

Ansar Ahmad Bahas Kawasan Bebas Bintan–Karimun di Metro TV

23 April 2026 - 14:19 WIB

Ancaman Pembunuhan Dilaporkan, Polisi Diminta Bertindak Cepat

22 April 2026 - 14:56 WIB

Trending di Tanjungpinang