Menu

Mode Gelap
Kadinkes Anambas Terbitkan 3 ST PPPK, Satu Tenaga Tanpa Surat Tugas Tuai Sorotan Di Balik Sorotan Dana BOS, SMKN 4 Tanjungpinang Minta Pemberitaan Berimbang Myanmar yang Menjadi Dilema Hadir di Trofeo PWI Riau, BRK Syariah Dorong Kolaborasi Positif Bersama Insan Pers Indra Saputra Maju PD Tidar Kepri, Serangkaian Kegiatan Seminar Dilaksanakan 10-11 Mei 2026 Sempat Vakum Akibat Pandemi, Helat Budaya ‘Sabtu Batam Berpuisi’ Kembali Bergema di Rumahitam

Bintan

Riki Rionaldi: SDM Unggul Kunci Keberhasilan Koperasi Desa di Kepulauan Riau

badge-check


					Suasana Bintek Peningkatan Kompetensi  Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Provinsi Kepri. F: Ist Perbesar

Suasana Bintek Peningkatan Kompetensi Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Provinsi Kepri. F: Ist

RiauKepri.com, BINTAN – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Provinsi Kepri, yang berlangsung selama lima hari di Bintan Agro Resort, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Kegiatan yang digelar sejak 21 hingga 25 Oktober 2025 ini menjadi momentum penting bagi 140 peserta yang terdiri dari Project Management Officer (PMO), Business Assistant (BA), dan Pendamping Dinas Koperasi dan UKM Kepri. Mereka merupakan ujung tombak penggerak koperasi di desa dan kelurahan seluruh wilayah Kepri.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kepri dan Kementerian Koperasi dan UKM RI. Bimtek tersebut mengusung tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045.”

Menurut Riki, peningkatan kompetensi ini sangat penting untuk menciptakan pendamping koperasi yang profesional dan berdaya saing. Setelah mengikuti pelatihan, para PMO dan BA akan kembali ke wilayah tugas masing-masing untuk mendampingi, mengawasi, serta mengevaluasi program KDKMP agar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat desa.

“Harapan kami, para pendamping koperasi yang telah mengikuti pelatihan ini bisa bekerja dengan profesional, sesuai target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM,” ujar Riki saat ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (22/10).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah ingin menciptakan sinergi lintas sektor dengan melibatkan berbagai elemen pendamping pembangunan. Selain PMO dan BA, kegiatan ini juga menggandeng pendamping desa dan pendamping perikanan.

“Kolaborasi ini menjadi kekuatan baru. Kami ingin seluruh unsur yang ada di desa bergerak bersama membangun Koperasi Merah Putih agar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Riki menilai, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh dana atau program, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, pelatihan ini difokuskan untuk membentuk pendamping yang memiliki kemampuan manajerial, komunikasi, dan problem-solving yang baik.

Ia menambahkan, selama pelatihan berlangsung, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga dilibatkan dalam simulasi kasus dan diskusi kelompok. Melalui metode ini, peserta diajak untuk memahami tantangan nyata di lapangan dan mencari solusi berbasis kolaborasi.

“Banyak ide-ide segar lahir dari forum ini. Saya melihat antusiasme peserta luar biasa. Mereka punya semangat tinggi untuk mengabdi dan membangun koperasi di wilayah masing-masing,” tutur Riki.

Riki juga menegaskan pentingnya membangun jejaring antarinstansi di tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, penguatan koperasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, dinas teknis, hingga masyarakat itu sendiri.

“Ketika semua unsur bergerak bersama, maka keberadaan Koperasi Merah Putih bisa menjadi pondasi ekonomi rakyat yang kokoh,” ujarnya.

Saat ini, di Provinsi Kepulauan Riau telah terbentuk 407 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Setiap Business Assistant bertugas mengawasi 10 hingga 12 koperasi, sementara Project Management Officer memantau pelaksanaan program di tingkat kabupaten/kota, ditambah dua orang PMO di tingkat provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.

Dengan sistem pendampingan berjenjang tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Kepri optimistis program KDKMP akan berjalan efektif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa. Upaya ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan di Kepulauan Riau.

Riki menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa investasi terbesar dalam pembangunan koperasi adalah investasi pada manusia. “Kalau SDM-nya unggul, maka koperasinya pasti maju. Dan dari koperasi yang kuatlah kesejahteraan masyarakat bisa tumbuh,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Roby Resmikan Kantor MWC-NU Gunung Kijang, Perkuat Peran Keagamaan dan Sosial

6 Mei 2026 - 10:51 WIB

DPRD Bintan Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Bintan Siap Tindaklanjuti

6 Mei 2026 - 00:05 WIB

Pemkab Bintan Gelar Upacara Hardiknas 2026, Bupati Sampaikan Pentingnya Pendidikan Bermutu untuk Semua

5 Mei 2026 - 13:11 WIB

Beasiswa Dibuka, Bupati Roby Beri Kabar Gembira Bagi Mahasiswa Bintan

5 Mei 2026 - 10:55 WIB

Peringati Hari Buruh Internasional 2026, Pemkab Bintan Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Trending di Bintan